Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kisah Inspiratif Santri Jatim di Al-Azhar Mesir

Safitri • Selasa, 9 Agustus 2022 | 20:20 WIB
Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA
Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA
Kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, yang dirintis berdasarkan inisiatif Gubernur Khofifah Indar Parawansa kini telah memasuki tahun kedua.

Pada tahun pertama, telah berhasil mengirim 30 santri unggulan, santri yang berasal dari lulusan pendidikan diniyah formal, pendidikan mu’adalah dan madrasah aliyah berbasis pesantren. Program ini ternyata diminati para santri unggulan. Santri unggulan adalah mereka yang memang betul-betul santri dan betul-betul unggul. Mereka mampu membaca kitab kuning, mampu berbahasa Arab secara tulis/lisan, dan memiliki himmah belajar yang tinggi. Khususnya ke Universitas Al-Azhar.

Subhanallah, santri kategori ini betul-betul hebat. Sangat tepat jika sebelum berangkat ke Mesir ke-30 santri diundang oleh Gubernur Khofifah ke Gedung Negara Grahadi pada 4 Januari 2022. Mereka diajak berdiskusi dan diberikan arahan agar para santri sekaligus menjadi duta-duta santri Jawa Timur di Al-Azhar. Pada tanggal 6 Januari 2022 mereka berangkat dari Bandara Juanda ke Jakarta, dari Jakarta ke Turki, dan dari Turki ke Mesir. Perjalanan Panjang yang cukup melelahkan, penerbangan sekitar 15 jam.

Ikhtiar mereka untuk studi di Al-Azhar sungguh luar biasa. Mereka harus melalui tahap-tahap seleksi yang sangat ketat. Pertama, diuji kemampuan membaca kitab kuning yang dinilai dari segi qiraah, murod, dan syarah oleh para kiai yang tergabung dalam Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah, sehingga dari ratusan pendaftar terseleksi 60 peserta. Kedua, diuji kompetensi bahasa Arab dan hafalan Alquran oleh Tim Penguji dari Universitas Al-Azhar dan dipantau oleh Tim Pusiba (Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab), sehingga dari 60 peserta tersebut terseleksi menjadi 30 peserta. Ke-30 peserta yang sudah lolos seleksi akhirnya menjalani matrikulasi khusus bahasa Arab agar kemampuan bahasa Arab peserta program sama dengan standar kemampuan bahasa Arab mahasiswa Universitas Al-Azhar. Matrikulasi dilaksanakan di Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (Pusiba) di Jakarta selama 5 bulan. Sejak 4 Juni berakhir 6 November 2021. Di akhir matrikulasi tersebut diuji lagi, dan Alhamdulillah semua dinyatakan memenuhi syarat untuk bisa belajar di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.

Pada 29 Mei 2022, Kiai Mukhlason, Rais Syuriah PCI NU Mesir yang diberi Amanah untuk membina 30 mahasiswa Jatim, berkunjung ke Kantor LPPD di Islamic Centre Surabaya. Banyak informasi yang beliau sampaikan tentang progres studi 30 mahasiswa. Sekaligus mendiskusikan tentang monitoring dan evaluasi agar mahasiswa selaku penerima manfaat bisa meng-update perkembangan studi mereka selama di Al-Azhar.

Pertengahan Juli, ketika di Mesir memasuki musim panas dan para mahasiswa telah selesai ujian, LPPD berkirim surat resmi agar ke 30 mahasiswa menulis artikel berupa kisah inspiratif yang singkat, agar komitmen, pengalaman dan perjalanan dari Jawa Timur hingga Universitas Al-Azhar bisa menginspirasi generasi dan kader santri berikutnya. Alhamdulillah, pada tanggal 5 Agustus 2022 tulisan dari 30 mahasiswa Al-Azhar sudah kami terima, direncanakan pada acara studium generale buku tersebut akan di-launching bersamaan dengan 7 buku lain yang sekarang tengah proses editing. Semalaman saya membaca 30 artikel tersebut sangat bagus, bahasanya sangat alami, bahasa santri yang lugu yang baru pertama kali ke luar negeri dan baru pertama kali naik pesantren. Mereka menuliskan kisahnya, bahwa ini bisa terjadi wasilah-nya karena melalui program ini, program yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Pada 19 Juli 2022, kami Pengurus LPPD silaturahmi dan koordinasi dengan Pengurus Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab di Jakarta. Para Pengurus Pusiba menerima kami dengan penuh penghormatan, penuh persahabatan dan penuh keakraban. Pernyataan-pernyataan Pengurus Pusiba cukup memotivasi kami. Dr KH Muhammad Arifin, selaku Direktur Pusiba menyatakan, “saya sangat salut dengan Gubernur Jawa Timur tentang beasiswa dan kerja sama dengan Universitas Al-Azhar. Menurutnya, beasiswa sekarang banyak diberikan oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, tapi khusus Jawa Timur beda, Pemerintah Jawa Timur begitu masif dan program beasiswa terkoordinasi dengan sangat baik.”

Kini, kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Universitas Al-Azhar telah memasuki tahun kedua. Beberapa tahapan dalam proses seleksi telah dilakukan. Pada 30-31 Maret 2022 dilakukan sosialisasi terhadap 75 pengasuh pesantren penyelenggara PDF Ulya, SPM Ulya dan madrasah berbasis pesantren sekaligus dimulainya rekrutmen. Pada 18 April 2022 diumumkan sebanyak 240 pendaftar, dan dari sekian pendaftar 229 peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. Hasil ujian tahap pertama tentang kemampuan membaca kitab, pemahaman dan wawasannya oleh tim LPPD Provinsi Jawa Timur telah diumumkan 60 peserta yang berhasil. Hari ini, adalah ujian tahap II, akan terseleksi kemampuan berbahasa arab dan hafalan Alquran oleh Tim Universitas Al-Azhar Mesir. Kalau tahap pertama, sudah terseleksi 229 peserta menjadi 60 peserta, tahap kedua akan terseleksi 60 peserta menjadi 30 peserta. Ke-30 peserta itulah yang segera mengikuti matrikulasi bahasa arab selama 4-5 bulan di Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (Pusiba) di Jakarta.

Dari semua itu, syarat utama mengakses Beasiswa Santri Pondok Pesantren untuk melanjutkan studi ke Al-Azhar adalah harus ber-KTP Jawa Timur. Yang diharapkan Gubernur Khofifah agar terjadi percepatan penyiapan generasi muda  berkualitas di Jawa Timur, sehingga setelah mereka menyelesaikan studi di Universitas Al-Azhar bisa kembali lagi ke Jawa Timur untuk memajukan pesantren Jawa Timur dan memberikan pencerahan kepada masyarakat Jawa Timur. Tentu, ketika santri Jatim belajar ke  Al-Azhar, pulangnya akan lebih hebat, kisah-kisahnya akan memberikan inspirasi.

 

*) Penulis adalah Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Guru Besar UIN KHAS Jember, dan Ketua LPPD Provinsi Jawa Timur.

  Editor : Safitri
#Prof Halim