Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bila Santri Jatim Belajar ke Al-Azhar

Safitri • Jumat, 13 Mei 2022 | 17:04 WIB
Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA
Prof Dr H Abd Halim Soebahar MA
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sejak tahun akademik 2021/2022 menjalin kerja sama dengan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Kerja sama dirintis berdasarkan inisiatif Gubernur Khofifah setelah didiskusikan dengan para kiai pengasuh pesantren yang menyelenggarakan pendidikan diniyah formal, pendidikan mu’adalah, dan madrasah aliyah berbasis pesantren.

Program ini ternyata banyak diminati para santri unggulan. Kami sebut santri unggulan karena mereka memang betul-betul santri dan betul-betul unggul. Mereka mampu membaca kitab kuning, mampu berbahasa Arab secara tulis/lisan, dan mereka memiliki himmah belajar yang tinggi, khususnya ke Universitas Al-Azhar. Subhanallah, santri hebat.

Jumat, 4 Maret 2022, kami diundang webinar oleh aktivis mahasiswa Universitas Al-Azhar asal Jawa Timur, Gama Jatim (Keluarga Mahasiswa Asal Jawa Timur). Temanya keren, “Pergi tuk Kembali”. Narasumber 3 orang: (1) Dr H Lutfi Rouf, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Arab Mesir, (2) Akmal Robbani, Ketua Gama Jatim, dan (3) Prof Dr H Abd. Halim Soebahar MA, sebagai warga Jawa Timur yang pernah berkunjung dan diskusi tentang pendidikan Islam di Sekretariat Gama Jatim di Kairo Mesir.

Sebagai narasumber, saya hanya menceriterakan hal-hal ringan terkait Beasiswa Santri Pondok Pesantren (BSPP) yang ternyata sangat diminati oleh para santri unggulan tersebut. Pertama, saya bersyukur pernah sampai di Sekretariat Gama Jatim di Kairo Mesir karena tugas dari Gubernur Jawa Timur untuk bersilaturahmi dalam rangka menjajaki dan mewujudkan gagasan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Sehingga, sejak tahun akademik 2021/2022 sejumlah 30 mahasiswa asal Jawa Timur bisa studi di Universitas Al-Azhar melalui program Beasiswa Santri Pondok Pesantren dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. setelah melalui proses seleksi ketat dan pemenuhan persyaratan yang tidak mudah.

Kedua, inisiatif kerja sama ini diawali dengan kedatangan Syaikh Prof Ibrahim Shalah As-Sayyid Sulaiman el-Hud Hud ke Jawa Timur pada 5 Juli 2019. Profesor el-Hud Hud adalah mantan rektor Universitas Al-Azhar dan kedatangannya ke Jawa Timur sebagai utusan resmi Rektor Universitas Al-Azhar untuk silaturahmi menemui Ibu Hj Khofifah Indar Parawansa yang dikenal sebagai perempuan pertama yang menjadi Gubernur Jawa Timur dan sangat peduli terhadap pengembangan pesantren. Tidak perlu menunggu lama, selesai pertemuan dengan utusan Rektor Universitas Al-Azhar tersebut Gubernur Jawa Timur langsung menugaskan tim kecil agar segera mengundang pengasuh pesantren penyelenggara Pendidikan Diniyah Formal Ulya (PDF Ulya), Satuan Pendidikan Mu’adalah Ulya (SPM Ulya),  dan Madrasah Aliyah Berbasis Pesantren untuk rapat koordinasi. Rapat koordinasi akhirnya dilaksanakan di Hall Hotel Namira, 06 Juli 2019, antara pengasuh pesantren/penyelenggara PDF Ulya, SPM Ulya, dan MA berbasis pesantren  dengan Gubernur Jawa Timur dan Tim Universitas Al-Azhar. Beberapa pemikiran disepakati, akhirnya ditindaklanjuti oleh Tim LPPD Jawa Timur untuk mengatur teknis pelaksanaan gagasan-gagasan tersebut.

Ketiga, Januari 2020 dilaksanakan rapat koordinasi sekaligus sosialisasi kepada para pengasuh/penyelenggara PDF Ulya, SPM Ulya, dan MA sebagai tindak lanjut pertemuan sebelumnya. Sebab, Ibu Gubernur Jawa Timur menginginkan agar program beasiswa studi ke Al-Azhar tersebut bisa segera ditindaklanjuti dan dipersiapkan anggarannya. Selanjutnya, Maret 2020 sosialisasi rekrutmen peserta dimulai dengan respons yang sangat tinggi. Melebihi 100 pendaftar. April 2020, proses seleksi kemampuan membaca kitab, kemampuan bahasa Arab, dan hafalan Alquran dimulai. Dilanjutkan dengan seleksi kemampuan berbahasa Arab yang langsung dikendalikan oleh Tim Universitas Al-Azhar secara daring, karena kedua negara (Indonesia dan Mesir) sama-sama mengalami wabah pandemi Covid-19.

Keempat, 25 Mei 2020 selama seminggu Gubernur Khofifah mengirimkan Tim ke Al-Azhar Mesir, antara lain Drs H A. Hamid Syarif MH, Prof Dr H Abd. Halim Soebahar MA, Dr KH Fakhrurrozi M Si, dan Fahma Kholidiyah M Pd. Tim ditugasi untuk memastikan tiga hal. Yakni sistem pendidikan dan pengajaran di Universitas Al-Azhar, pemondokan atau asrama untuk 30 orang mahasiswa dengan kriteria aman, bersih, bagus, akses transportasi mudah, dan jaminan paham keagamaan mahasiswa. Sebab, Prof Hud-Hud berjanji di hadapan Gubernur Khofifah bahwa di Al-Azhar mengembangkan paham Islam moderat, Islam yang damai.

Kelima, 04 Juni 2021 sejumlah 30 calon mahasiswa yang sudah lolos seleksi menjalani matrikulasi khusus bahasa Arab agar kemampuan bahasa Arab peserta program sama dengan standar kemampuan bahasa Arab mahasiswa Universitas Al-Azhar. Matrikulasi di Pusat Pembinaan Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) di Jakarta. Matrikulasi berakhir tanggal 6 Nopember 2021.

Keenam, 19 November 2021 Duta Besar Mesir untuk Indonesia Yang Mulia Tuan Ashraf Mohamed Moguib Sultan (H. E. Mr. Ashraf Mohamed Moguib Sultan) melakukan kunjungan resmi ke Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan diterima dengan penuh penghormatan. Serta jamuan makan malam dengan para tokoh agama di Gedung Negara Grahadi Surabaya. Banyak hal yang dicapai. Pak Dubes merasa sangat senang difasilitasi untuk bisa keliling di pesantren salafiyah di Jawa Timur.

Ketujuh, 5 Januari 2022 , ke-30 mahasiswa asal Jawa Timur berangkat dari Bandara Internasional Juanda Surabaya melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta Jakarta, melalui Turki dan terakhir Mesir untuk segera memulai belajar di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.

Ketujuh catatan itulah yang kami sampaikan dalam webinar dengan aktivis mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo Mesir.

Kini telah memasuki proses seleksi untuk calon mahasiswa tahun akademik 2022/2023. Pada 30–31 Maret 2022 sudah dilakukan sosialisasi terhadap 75 pengasuh pesantren penyelenggara PDF Ulya, SPM Ulya, dan Madrasah berbasis pesantren sekaligus dimulainya rekrutmen. Pada 18 April 2022 diumumkan sebanyak 240 peserta yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. Masih ada tahapan seleksi yang lebih selektif, yakni seleksi lisan tahap pertama dan tahap kedua. Tahap pertama akan diuji kemampuan membaca kitab, pemahaman, dan wawasannya oleh tim LPPD Provinsi Jawa Timur. Dan tahap kedua akan diuji kemampuan berbahasa Arab dan hafalan Alquran oleh Tim Universitas Al-Azhar Mesir. Tahap pertama, akan menyeleksi 240 peserta menjadi 60 peserta, tahap kedua akan menyeleksi 60 peserta menjadi 30 peserta. Ke-30 peserta itulah yang nantinya berhak mengikuti matrikulasi bahasa Arab selama 5 bulan di Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (PUSIBA) di Jakarta.

Dari semua itu, syarat utama mengakses Beasiswa Santri Pondok Pesantren untuk melanjutkan studi ke Al-Azhar adalah harus ber-KTP Jawa Timur. Yang diharapkan Gubernur Khofifah agar terjadi percepatan penyiapan kualitas generasi muda Jawa Timur, sehingga setelah mereka menyelesaikan studi di Universitas Al-Azhar bisa kembali lagi ke Jawa Timur untuk memajukan pesantren dan memberikan pencerahan kepada masyarakat Jawa Timur. Bila santri Jatim belajar ke  Al-Azhar, pulangnya akan lebih hebat.

*) Penulis adalah Wakil Ketua Umum MUI Provinsi Jawa Timur, Pengasuh Pondok Pesantren Shofa Marwa dan Guru Besar UIN KHAS Jember.

  Editor : Safitri
#Prof Halim