MUMBULSARI, Radar Jember - Banjir yang terjadi di sejumlah titik di Kabupaten Jember memaksa pemerintah daerah bergerak cepat.
Di tengah pelaksanaan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desaku), Bupati Jember Muhammad Fawait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi banjir di Jalan Budi Utomo, Dusun Krajan, Desa Mumbulsari, pada Senin malam (6/4/2026).
Langkah ini diambil menyusul keluhan warga RT 007 / RW 002 yang rumahnya kerap menjadi langganan banjir setiap kali musim hujan tiba.
Didampingi Ketua DPRD Jember Ahmad Halim dan sejumlah jajaran Kepala OPD, Bupati Fawait turun langsung ke lapangan saat hujan deras masih mengguyur wilayah tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, banjir disebabkan oleh meluapnya debit air sungai yang tidak lagi mampu menampung volume air, sehingga menggenangi pemukiman warga dan area Pasar Mumbulsari.
"Kami melihat langsung, ternyata pas berbarengan hujan, dan terbukti keluhan masyarakat (soal banjir) itu nyata. Kami sudah menyiapkan alat untuk kedaruratan," katanya, di lokasi sidak.
Dalam inspeksinya, Gus Fawait, sapaan dia, menengarai penyebab utama banjir rutin ini adalah faktor pendangkalan sungai yang parah akibat sedimentasi dan tumpukan sampah.
"Karena ini sungai provinsi, kami menyiapkan alat untuk kedaruratan dahulu. Selanjutnya, kami akan menyampaikan secara resmi ke Pemprov agar segera ada pengerukan besar-besaran," tambah dia.
Meski fokus pada penanganan banjir, ia mengapresiasi kondisi infrastruktur jalan di wilayah tersebut yang baru saja selesai diaspal oleh Pemkab Jember.
Baginya, sidak ini merupakan bagian tak terpisahkan dari semangat program Bunga Desaku yang berlangsung selama dua hari satu malam (6-7 April 2026). "Prinsipnya saya, kami akan akan terus bekerja. Ini yang namanya blusukan. Kalau program Bunga Desaku perlu tenda, kalau inspeksi begini ya tidak perlu tenda, langsung ke titik masalah," pungkas dia. (mau)
Editor : Maulana RJ