GILIMANUK, Radar Jember - Jalur arteri menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, masih berupa "lautan kendaraan" pada Senin malam (16/03/2026).
Belasan ribu pemudik yang hendak menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, terjebak dalam kemacetan horor yang mencapai belasan kilometer.
Lonjakan volume kendaraan yang tidak terbendung membuat antrian mengular panjang, memicu lumpuhnya arus lalu lintas dari arah Jembrana.
Baca Juga: Respons Gejolak Minyak Dunia: Gus Fawait Ajak Kepala OPD Semobil Bareng demi Efisiensi Anggaran
Berdasarkan pantauan real-time Google Maps, Senin malam (16/03/2026) pukul 18.58 WITA, garis merah pekat membentang sepanjang sekitar 15 kilometer dari wilayah Kabupaten Jembrana menuju pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk.
Kemacetan ini didominasi oleh kendaraan pribadi roda empat dan ribuan sepeda motor para perantau yang mulai melakukan perjalanan mudik lebih awal untuk menghindari puncak arus di hari-hari mendatang.
Kondisi di lapangan menunjukkan pergerakan kendaraan yang sangat lambat, bahkan cenderung statis di beberapa titik kritis. Cuaca malam yang gerah menambah keletihan para pemudik yang tertahan selama berjam-jam di jalur utama tersebut.
Merespons situasi darurat ini, pihak kepolisian setempat berupaya melakukan rekayasa lalu lintas guna mengurai penumpukan di kantong-kantong parkir pelabuhan.
Kepala Biro Operasi Polda Bali Kombes Pol. Soelistijono di Denpasar, Minggu malam (15/3/2026), mengatakan seluruh personel yang terlibat dalam Operasi Ketupat Agung 2026 bekerja maksimal siang dan malam untuk memastikan arus mudik tetap berjalan aman dan tertib.
“Polda Bali bersama seluruh pemangku kepentingan terus berupaya mengurai kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk melalui berbagai langkah, mulai dari pengaturan dan rekayasa lalu lintas hingga penerapan sistem penundaan kendaraan,” katanya, dikutip Senin (1603/2026)..
Pihak ASDP Ketapang-Gilimanuk dikabarkan telah mengoperasikan kapal-kapal dengan kapasitas besar (LCT) dan mempercepat durasi bongkar muat (port time) untuk mempercepat evakuasi kendaraan dari Bali ke Jawa.
Namun, derasnya arus kedatangan pemudik membuat daya tampung pelabuhan tetap berada pada titik maksimal.
Para pemudik diharapkan tetap bersabar dan memastikan kondisi fisik serta kendaraan dalam keadaan prima, mengingat antrian diprediksi masih akan berlangsung hingga dini hari nanti.
Editor : Maulana RJ