Katanya Indonesia Masyarakat Santai, tapi Gambang Dikibuli BBM Langkah, Karena Dampak Perang Iran
Dwi Siswanto• Kamis, 5 Maret 2026 | 16:56 WIB
STASIUN BAHAN BAKAR: Kondisi SPBU Tegal Besar, Kamis pagi (5/3).
RADAR JEMBER – Isu kelangkaan Pertalite di Jember yang ramai beredar di media sosial diduga dipicu kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi pasokan energi global.
Beberapa pesan yang beredar di grup WhatsApp warga bahkan menyebut sejumlah SPBU di Jember tidak lagi menyediakan Pertalite, seperti SPBU Tegal Besar dan SPBU Jalan Ahmad Yani.
Pesan tersebut menyebut stok Pertalite sudah habis sejak pagi hari. Informasi ini kemudian menyebar luas melalui berbagai grup WhatsApp hingga komunitas di Facebook.
Kekhawatiran masyarakat juga dipicu situasi geopolitik global yang memanas, terutama konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang disebut berdampak pada jalur distribusi energi dunia.
Selain itu, pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebut kemampuan cadangan BBM nasional sekitar 20 hari turut memunculkan spekulasi di masyarakat.
Di beberapa daerah bahkan muncul laporan masyarakat melakukan panic buying setelah isu kelangkaan BBM beredar di media sosial. Salah satunya dilaporkan terjadi di Aceh.
Meski demikian, pihak Hiswana Migas memastikan pasokan BBM di wilayah Jember masih dalam kondisi aman dan distribusi tetap berjalan normal.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, di SPBU Tegal Besar dan SPBU Jalan A Yani, Kamis (5/3) jumlah antrean meningkat. Padahal, pada bulan puasa pada siang hari sejumlah SPBU tidak begitu ramai.