Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mitigasi Bencana Longsor, ​BPBD Jember Perkuat Sistem Peringatan Dini di DAS Kalijompo

Maulana RJ • Sabtu, 14 Februari 2026 | 15:49 WIB

Titik longsor yang dipicu oleh gerusan aliran Sungai Kalijompo, tepatnya di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember. (Dok. BPBD Jember)
Titik longsor yang dipicu oleh gerusan aliran Sungai Kalijompo, tepatnya di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember. (Dok. BPBD Jember)

KLUNGKUNG, Radar Jember - Menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur di awal tahun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember terus memperkuat langkah-langkah preventif di titik-titik rawan. 

Salah satu fokus utama mitigasi dilakukan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kalijompo, tepatnya di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi.

Berdasarkan hasil pantauan lapangan pada Selasa (10/2/2026), ditemukan titik longsor yang dipicu oleh gerusan aliran sungai (scouring) pada bagian bawah lereng.

Baca Juga: Trauma Banjir Bandang Panti Terulang! Sungai Bedadung Meluap Hebat, Jalur Nasional Jember-Lumajang Lumpuh Total!

Fenomena alam ini mengancam setidaknya 12 Kepala Keluarga atau sekitar 45 jiwa di Dusun Gendir, dengan titik paling krusial berada tepat di kediaman salah satu warga bernama Khairul yang hanya berjarak 2 meter dari bibir longsoran.

Sebagai solusi cepat mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa, direncanakan relokasi terhadap unit rumah yang paling terancam. Pemilik rumah dilaporkan telah bersedia pindah ke lahan mandiri yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi awal. 

Langkah ini akan disinergikan dengan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari instansi terkait.

Baca Juga: Jember Darurat Banjir: Terjang 17 Desa, 3.944 KK Terdampak, 299 Jiwa Mengungsi

​Kepala BPBD Jember, Edy Budi Susilo, menegaskan pentingnya koordinasi teknis dalam penanganan lereng ini.

"Rekomendasi awal rencana mitigasi telah disampaikan kpd dinas PUPR utk ditindaklanjuti berupa konservasi vegetasi di lereng yg longsor, perkuatan lereng dgn pasangan batu bronjong serta perbaikan alur sungai," tegasnya dalam keterangan resminya, Selasa (10/2/2026).

Selain pemantauan tanah longsor, tim BPBD yang menggunakan kendaraan roda dua untuk menembus medan sulit juga melakukan pengecekan terhadap alat Early Warning System (EWS) di sepanjang DAS Kalijompo. 

Baca Juga: Jember Kembali Berduka di Februari 2026, Memori Kelam Banjir Panti 2006 yang Terulang

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa seluruh sistem peringatan dini dalam kondisi berfungsi dengan baik.

​"Kami memastikan keandalan alat sebagai tools peringatan dini untuk mengurangi risiko dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam merespons bahaya banjir," tambah Edy Budi.

Meskipun perencanaan perbaikan alur sungai sudah masuk dalam prioritas, namun mobilisasi alat berat seperti excavator saat ini masih terkendala oleh tingginya debit air sungai. 

Giat mitigasi ini sendiri melibatkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari perangkat Desa Klungkung, Administrasi Perkebunan Kalijompo, pengawas pengairan DPUPR, hingga relawan FKAPO. 

Editor : M. Ainul Budi
#BPBD Jember #Jember #longsor #Bencana Jember #daerah aliran sungai #Kali Jompo #early warning system (EWS) #mitigasi bencana