Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jember Darurat Banjir: Terjang 17 Desa, 3.944 KK Terdampak, 299 Jiwa Mengungsi

Maulana RJ • Jumat, 13 Februari 2026 | 17:33 WIB

Proses evakuasi lansia terdampak banjir di Desa Tanjungsari, Kecamatan Wuluhan, setelah Jember diguyur hujan hingga hingga menyebabkan banjir sejak Jum
Proses evakuasi lansia terdampak banjir di Desa Tanjungsari, Kecamatan Wuluhan, setelah Jember diguyur hujan hingga hingga menyebabkan banjir sejak Jum

GLUNDUNGAN, Radar Jember - Hujan ekstrem yang mengguyur Kabupaten Jember sejak Kamis (12/2/2026) siang hingga Jumat (13/2/2026) dini hari memicu bencana banjir besar yang meluas di 17 desa, di delapan kecamatan.

Berdasarkan data terkini dari Pusdalops BPBD Jember, sebanyak 3.944 Kepala Keluarga (KK) terdampak luapan sungai dengan titik pengungsian yang kini mulai dipadati ratusan jiwa.

Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, menjelaskan bahwa bencana ini bermula dari hujan deras yang turun tanpa henti mulai pukul 12.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Baca Juga: Jember Kembali Berduka di Februari 2026, Memori Kelam Banjir Panti 2006 yang Terulang

Hal ini menyebabkan kenaikan debit air yang signifikan di beberapa sungai utama, di antaranya Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kalijompo, hingga aliran Sungai Bedadung.

"Pada pukul 19.00 WIB, air mulai meluap ke pemukiman warga dengan ketinggian bervariasi antara 30 sentimeter hingga mencapai 2 meter di titik tertentu," kata Edi Budi Susilo, dalam keterangan resminya, Jum'at (13/2/2026). 

Akibat banjir ini, sejumlah akses jalan di berbagai wilayah tergenang dan menyebabkan kemacetan arus lalu lintas yang parah.

Baca Juga: Banjir Besar Terjang Jember, Jalur Nasional Sempat Lumpuh Total, Banyak Kendaraan Mogok Nekat Menerjang

Berdasarkan rekapitulasi dampak, Kecamatan Rambipuji menjadi wilayah dengan dampak terparah, mencapai 3.210 KK terdampak. 

Wilayah lain yang juga mengalami dampak signifikan adalah Kecamatan Bangsalsari: 316 KK; Kecamatan Kaliwates 199 KK; Kecamatan Balung 184 KK; dan Kecamatan Sukorambi 33 KK.

Dampak kecil lainnya tersebar di Kecamatan Kalisat (3 KK), Ajung (2 KK), dan Panti.

Selain merendam ribuan rumah, banjir juga merusak infrastruktur vital. 

Baca Juga: Tanah di Samping BSG Kaliwates Masih Labil, BPBD Jember Ingatkan Ancaman Longsor Susulan

BPBD mencatat tiga jembatan putus, yakni di Sentul (Panti), perkebunan Kaputren (Sukorambi), serta jembatan gantung di Jubung yang roboh. Sebuah pondok pesantren di Desa Ajung yang dihuni 30 santri juga dilaporkan terdampak luapan air.

Hingga Jumat dini hari, sebanyak 299 jiwa telah mengungsi di empat lokasi utama di Kecamatan Rambipuji, yakni Rumah Ustad Nurul, Rumah Umar Garuda, Masjid Nurul Iman, dan Balai Desa Rambipuji.

BPBD Jember menyampaikan bahwa prioritas utama saat ini adalah penanganan di wilayah Rambipuji serta distribusi bantuan logistik. 

Baca Juga: Inspeksi Gus Fawait Ungkap Fakta Banjir Jember, Satgas Temukan Puluhan Titik Langgar Sempadan Sungai

Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama unsur TNI, Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi warga dan pembersihan sisa banjir di daerah perkotaan seperti Kampung Ledok, Jember Kidul.

"Kami merekomendasikan pendirian dapur umum segera di empat desa di Kecamatan Rambipuji dan distribusi logistik bagi warga terdampak, khususnya di Dusun Gayam dan Desa Rambigundam," tambah Edi Budi.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Dinas PUPR untuk penanganan infrastruktur jembatan yang terputus agar mobilitas warga dapat segera pulih. (mau)

Editor : M. Ainul Budi
#banjir Jember #Pemkab Jember #Jember #Bencana Jember #Pusdalops BPBD #BPBD #Bencana hidrometeorologi