Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jember Kembali Berduka di Februari 2026, Memori Kelam Banjir Panti 2006 yang Terulang

Maulana RJ • Jumat, 13 Februari 2026 | 09:22 WIB

Banjir luapan dari anak sungai Bedadung yang menerjang rumah warga di Desa Gumelar Kecamatan Balung, Jember, Jum
Banjir luapan dari anak sungai Bedadung yang menerjang rumah warga di Desa Gumelar Kecamatan Balung, Jember, Jum

RAMBIPUJI, Radar Jember - Warga Jember seolah dipaksa memutar kembali ingatan kelam banjir bandang Panti 2006 silam. Pada Jumat, 13 Februari 2026 dini hari, banjir besar menerjang rumah warga dan menjadi yang terbesar kedua setelah tragedi dua dekade lalu tersebut. 

Hujan deras yang mengguyur sejak Kamis siang (12/2) pukul 13.00 hingga malam hari menjadi pemicu utama meluapnya Sungai Bedadung.

Debit air Sungai Bedadung beserta anak-anak sungai irigasinya meningkat drastis hingga melimpah ke pemukiman di sepanjang aliran sungai. 

Lokasi seperti Desa Kaliwining, Rowotamtu, hingga Curahmalang di Kecamatan Rambipuji terendam air dengan ketinggian variatif. 

Suasana mencekam dirasakan warga karena volume air yang datang begitu cepat di tengah malam.

Kerusakan fasilitas umum dan banyaknya warga yang harus bersiap mengungsi mengingatkan pada dampak banjir 2006 yang merusak puluhan fasilitas umum. Bedanya, kali ini warga lebih waspada meski rasa trauma tetap menghantui. Peningkatan volume air ini mulai masuk ke rumah warga tepat saat dini hari, memaksa warga terjaga untuk menyelamatkan diri.

Banjir ini tidak hanya disebabkan oleh intensitas hujan yang ekstrim di wilayah perkotaan, namun disinyalir juga faktor kondisi di hulu yang sudah tidak mampu menampung debit air. 

Hingga berita ini diturunkan, pendataan terhadap jumlah rumah yang terdampak masih terus dilakukan oleh pihak terkait di sepanjang aliran sungai terbesar di Jember ini.

"Rasanya seperti tahun 2006 lagi. Waktu itu rumah saya terdampak cukup parah, sekarang air masuk sampai paha," kata Sumardi, 52, korban banjir di Kaliwining. (mau)

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #Bencana #Banjir panti #hujan deras #Banjir