Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Satu Rumah Rusak Parah Usai Tebing 20 Meter di Pemukiman Patrang Jember Longsor, BPBD Ingatkan Potensi Longsor Susulan

Maulana RJ • Senin, 19 Januari 2026 | 19:16 WIB
Petugas saat mengecek kondisi rumah warga yang longsor di Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Patrang, Jember, Senin (19/1/2026) pagi. (Dok. BPBD)
Petugas saat mengecek kondisi rumah warga yang longsor di Lingkungan Krajan, Kelurahan/Kecamatan Patrang, Jember, Senin (19/1/2026) pagi. (Dok. BPBD)

Radar Jember - Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Jember mulai memicu bencana tanah longsor. 

Pada Senin (19/1/2026) pagi, sebuah tebing di Lingkungan Krajan, Kelurahan Patrang, Jember, dilaporkan longsor dan mengancam keselamatan warga setempat.

Insiden yang terjadi di Jalan Moch. Sroedji No. 7 tersebut dipicu oleh hujan lebat yang berlangsung sejak Minggu (18/1). 

Akibat tanah yang jenuh air, tebing setinggi 20 meter dengan panjang 30 meter di belakang rumah drg. Endang Wahyuni (76) ambrol.

Baca Juga: Empati Bencana Sumatra, Jember Tiadakan Pesta Kembang Api Malam Tahun Baru 2026, Fokus Ketuk Pintu Langit!

Bencana ini menyebabkan pondasi rumah korban dalam kondisi menggantung. Kerusakan struktur berupa retakan pada lantai dan dinding bagian belakang rumah juga dilaporkan terjadi akibat pergeseran tanah tersebut.

Kepala BPBD Jember, Edi Budi Susilo, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan tim gabungan untuk melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian. 

Sebagai langkah mitigasi awal, petugas memasang terpal untuk menutupi rekahan tanah.

"Petugas mendistribusikan dan memasang dua buah terpal berukuran besar untuk menutup rekahan tanah di bagian belakang rumah. Langkah ini bertujuan agar air hujan tidak meresap langsung ke dalam celah tanah yang dapat mempercepat proses longsoran susulan," kata Edi, dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Baca Juga: Tiga Kepala Daerah Tapal Kuda Kompak! Jember, Bondowoso, dan Situbondo Sepakat Kembangkan Potensi Bersama

Meski tidak ada korban jiwa, ancaman longsor susulan masih sangat tinggi karena retakan tanah dilaporkan masih terus bergerak perlahan. 

Tim BPBD bersama Dinas PUPR terus melakukan pemantauan rutin di lokasi.

Edi menambahkan bahwa penanganan awal telah diselesaikan, sementara koordinasi teknis untuk pembangunan dinding penahan tanah (plengsengan) permanen akan segera dilakukan.

"Penanganan tahap awal dinyatakan selesai pada pukul 10.40 WIB, namun tim tetap melakukan pemantauan rutin terhadap perkembangan retakan yang dilaporkan masih terus bergerak secara perlahan," imbuh dia.

Baca Juga: Jember Gelar ‘Karpet Pink’ bagi Investor, Gus Fawait Bidik Kencong Jadi Poros Ekonomi Baru di Kawasan Selatan

Terkait kondisi tersebut, petugas di lapangan meminta masyarakat untuk tidak mengabaikan tanda-tanda alam sekecil apa pun di tengah prediksi cuaca buruk yang masih akan berlangsung.

"Kondisi saat ini masih sangat rawan karena longsoran dan retakan masih terus terjadi. Kami meminta warga untuk tidak meremehkan rekahan tanah sekecil apa pun dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah," tambah salah satu petugas di lokasi.

Saat ini, pemilik rumah diimbau untuk mengosongkan area belakang dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Editor : M. Ainul Budi
#Jember #longsor #BPBD