KALIWATES, Radar Jember - Banjir yang menerjang sejumlah titik di Kabupaten Jember pada Senin (15/13) waktu setempat, menuai respon langsung dari Pendapa Wahyawibawagraha Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait turun langsung ke titik yang dilanda banjir, salah satunya di perumahan Villa Indah Tegal Besar, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Jember, pada Selasa dini hari (16/12) sekitar pukul 01.00 waktu setempat.
Tidak sendiri, ia ditemani istri yang juga Ketua TP PKK Ghyta Eka Puspita, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Jember yang juga Ketua Baret Rescue, David Handoko Seto, dan Anggota DPRD Provinsi Jatim, Hermin.
Baca Juga: Banjir Rendam Rumah Warga di Bantaran Sungai Bedadung Jember, Plengsengan hingga Jembatan Rusak
Begitu tiba di lokasi, Gus Fawait, sapaan akrab dia, dibuat kaget dengan penampakan perumahan yang berada di bantaran Sungai Bedadung itu.
Pasalnya, jarak antara perumahan dengan Sungai Bedadung itu hanya dibatasi oleh tembok setinggi sekitar satu meter.
Sehingga begitu Sungai Bedadung yang saat itu volume airnya cukup besar, seketika menggenangi rumah-rumah warga di sekitarnya.
"Saya baru tahu dan agak kaget, ternyata perumahan ini temboknya langsung berbatasan dengan sungai. Artinya ini jangan-jangan dibangun di bantaran sungai," katanya.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Desa Gunungsari Bondowoso Kembali Diterjang Banjir, Begini Update Terbarunya
Gus Fawait juga sempat bertemu warga terdampak banjir dan mendengar keluh kesah mereka.
Lagi-lagi, ia mendapati fakta yang kurang membahagiakan bahwa banjir di sekitar perumahan itu bukan kali pertama.
Namun tahun 2021 juga pernah terjadi banjir serupa akibat luapan Sungai Bedadung hingga menggenangi puluhan KK di sekitar daerah aliran sungai.
"Tadi kalau kita lihat, itu langsung berbatasan dengan sungai, kalaupun kita tinggikan (temboknya), saya sempat nanyak, apakah itu bisa menjamin, ini tidak akan terjadi lagi atau justru kedepannya malah ada korban jiwa," khawatirnya.
Lebih lanjut, Gus Fawait berencana menelusuri lebih jauh terkait rekam jejak perizinan dan segala hal yang menyertai tentang pembangunan perumahan di Jember.
"Kita tidak akan tinggal diam, saya akan mengumpulkan semua developer (pengembang perumahan) di Jember, kami ingin tau, lokasi-lokasi yang dibangun apakah itu bantaran sungai atau bukan, sehingga tidak terjadi lagi seperti hari ini," tegasnya.
Ia secara khusus menyoroti developer yang membangun di sekitar bantaran sungai, seperti Perumahan Vila Tegal Besar yang didatanginya itu.
Baca Juga: Ramai Baliho Pink di Jalanan Jember, Gus Fawait Tepis Tuduhan Kampanye Dini: Pilkada Masih Lama!
Tidak hanya memanggil, Gus Fawait menyatakan pemerintah daerah akan mengambil tindakan tegas dan meminta pertanggungjawaban pihak pengembang.
"Kita akan panggil pihak developer, kejadian ini bukan murni karena soal irigasi, tapi ini murni karena letak perumahan yang berada di bantaran sungai (Bedadung). Kita juga akan minta gimana solusinya, kalau cuma ditembok saja, ya susah," ketusnya.
Gus Fawait juga mengaku pihaknya akan berkoordinasi dengan jajaran dan juga dengan dengan Pemrov Jatim.
Sebagai langkah tanggap bencana, Gus Fawait bersama rombongan saat itu juga menyerahkan bantuan logistik untuk warga terdampak banjir.
“Berikutnya, tentu ke depan kita harus memperbaiki saluran irigasi,” imbuh mantan anggota DPRD Jawa Timur itu. (mau)
Editor : M. Ainul Budi