Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dibalik Tragedi Memilukan, Mahasiswa Amikom Yogyakarta Tewas Usai Ikut Aksi Demo di DIY, Begini Cerita Lengkapnya

Redaksi Radar Jember • Selasa, 2 September 2025 | 23:25 WIB
MENGENANG: salah satu flyer belasungkawa untuk almarhum Rheza Sendy Pratama (ig:BEM Unjaya)
MENGENANG: salah satu flyer belasungkawa untuk almarhum Rheza Sendy Pratama (ig:BEM Unjaya)

YOGYAKARTA, Radar Ijen – Seorang mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, meninggal dunia usai mengikuti aksi demonstrasi di sekitar Mapolda DIY pada Minggu (31/8/2025).

Menurut Forum BEM se-DIY, Rheza hadir dalam barisan mahasiswa yang menyuarakan aspirasi.

Saat situasi ricuh, motor yang ditungganginya mati hingga ia terjatuh. Aparat melepaskan gas air mata membuat kondisi semakin kacau.

Rekannya yang membonceng berhasil melarikan diri, sementara Rheza tidak terselamatkan dan akhirnya meninggal dunia.

Ayah korban, Yoyon Surono, menuturkan kondisi jenazah anaknya penuh luka.

“Tadi aku sudah melihat dan ikut mandikan, yang sini (leher kiri) kayak patah, pas dikuncir kepala (yang dislokasi) juga harus di-krek (dikembalikan) sama yang di sana.

Cuma yang paling kelihatan kan bekas-bekas sepatu PDL itu sini (perut bagian kanan), sama bekas sayatan-sayatan (memar pukulan). Sayatan kayak bekas digebuk itu loh. Bocor (kepalanya) itu,” ungkapnya.

Meski begitu, pihak keluarga menolak otopsi dan memilih ikhlas menerima musibah ini.

Jenazah Rheza telah dimakamkan di Padukuhan Jaten, Sendangadi, Kapanewon Melati Sleman, pada Senin (1/9/2025) pagi.

Polda DIY hingga saat ini belum menyampaikan keterangan resmi mengenai meninggalnya mahasiswa tersebut.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Ihsan, hanya menyebut adanya penyerangan ke Markas Polda DIY yang dilakukan sekitar 50 orang tidak dikenal.

Insiden itu kemudian berkembang menjadi bentrokan lebih besar dan melibatkan ratusan massa, hingga akhirnya berhasil dibubarkan aparat gabungan TNI-Polri pada Minggu pagi.

Dalam kejadian tersebut, polisi mengamankan puluhan orang, termasuk sejumlah pelajar SMP dan SMA, serta menyita berbagai barang bukti berupa senjata tajam dan bom molotov.

Sebanyak enam orang dilaporkan mengalami luka-luka, terdiri dari lima orang dari massa dan satu aparat kepolisian.

"Penyerangan yang dilakukan kelompok perusuh ini melibatkan anak-anak.

Kami mengajak orang tua dan pihak sekolah untuk melakukan pengawasan agar anak-anak tidak mudah terpengaruh," ujar Ihsan. 

 

Penulis: Niswa Ghina Sachiya

Editor : M. Ainul Budi
#Demo #UNJAYA