Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Belum Ditemukan! Siswa SMK Asal Jember Hilang di Perairan Masalembu saat PKL di Atas Kapal

M Adhi Surya • Sabtu, 24 Mei 2025 | 15:00 WIB

CEMAS: Foto Badrus Sholeh, siswa yang hilang di perairan Masalembu, Sumenep, ditunjukkan oleh ibu korban, Nurhasanah, bersama Mulyadi, ayahnya. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
CEMAS: Foto Badrus Sholeh, siswa yang hilang di perairan Masalembu, Sumenep, ditunjukkan oleh ibu korban, Nurhasanah, bersama Mulyadi, ayahnya. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

Radar Jember — Duka dan kecemasan menyelimuti keluarga Badrus Sholeh,17, siswa SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Jember. Dia dilaporkan hilang saat menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di antara Perairan Juwana, Kabupaten Pati, dengan Masalembu, Sumenep, Madura.

Korban diduga hilang di Perairan Masalembu.

Kemarin, keluarganya di Dusun Tegalan, Desa Langkap, Kecamatan Bangsalsari, menanti kabar dengan cemas sejak menerima informasi mengejutkan pada awal pekan ini.

Keluarganya meminta pihak sekolah bertanggung jawab atas insiden ini.

Badrus berangkat PKL pada 25 April dan mulai bergabung dengan kapal milik PT Pancuran Samudra Nusantara di Pati, Jawa Tengah, pada 1 Mei lalu.

Namun, insiden hilangnya Badrus diketahui terjadi pada Minggu dini hari, (18/5/2025).

Kabar tersebut baru disampaikan kepada keluarga sehari kemudian, Senin, (19/5/2025), oleh pihak sekolah yang didampingi perangkat desa setempat.

Ibunda Badrus, Nurhasanah, menceritakan berdasarkan keterangan dari pihak sekolah, kronologi hilangnya Badrus bermula saat ia dan rekan-rekannya sedang bersantai di kapal pada Sabtu malam (17/5), sekitar pukul 20.00.

Satu jam kemudian, mereka diarahkan untuk tidur karena akan mulai bekerja pada pukul 03.00 untuk kegiatan penangkapan ikan.

"Setelah waktunya kerja dan mereka dibangunkan, anak saya tidak ada saat absen," ucapnya, kemarin (23/5).

Nurhasanah mengaku hatinya hancur saat mendengar kabar tersebut.

Terlebih mengingat percakapan terakhir dengan sang anak.

“Badrus sempat menelepon dan mengungkapkan ketakutannya. Ia merasa tidak nyaman karena ada dua teman satu kelompoknya yang sering mem-bully,” ujarnya dengan suara lirih.

Kekhawatiran itu kini berubah menjadi duka yang mendalam.

Ayah Badrus, Mulyadi, juga menyampaikan harapan besar agar anak sulungnya ditemukan dalam keadaan selamat.

“Apa pun keadaannya, kami ingin melihat anak kami. Kami ingin kepastian,” kata Mulyadi dengan mata berkaca-kaca.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala SMK Kelautan Puger Kuncoro Basuki menyatakan rasa kehilangan mendalam atas musibah ini.

Menurutnya, Badrus dikenal sebagai siswa yang berani dan memiliki impian besar menjadi pelaut.

Ia menegaskan bahwa pihak sekolah terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung pencarian.

“Ini duka bagi kami semua. Badrus terakhir terlihat pada pukul 21.00 sebelum tidur. Saat persiapan salat Subuh dan absen, ia sudah tidak ada di tempat. Kami sudah melakukan pencarian menyeluruh di kapal sebelum laporan resmi dibuat,” jelasnya.

Hingga kini, belum ada titik terang atas keberadaan Badrus.

Keluarga dan pihak sekolah masih terus berharap akan kabar keberadaan Badrus.

Sementara itu, Kasi SMK Cabdin Wilayah Jember Muh. Khotib mengatakan, pihaknya menunggu laporan tertulis dari pihak sekolah terkait musibah ini, hingga kemarin, (23/5).

Selain itu, keluarga korban juga akan didampingi untuk datang langsung ke tempat di mana korban melaksanakan PKL.

Baca Juga: Praktek Diskriminasi Usia dan Penahanan Ijazah Dilarang, Pemkab Jember Dipastikan Mendukung Penuh, Ini Pernyataan Kepala Disnaker

“Nanti malam kami akan mendampingi keluarga korban menuju tempat PKL untuk mencari informasi lebih lanjut,” pungkasnya. (dhi/c2/nur)

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #SMK Perikanan dan Kelautan Puger #Perairan Masalembu #siswa pkl tenggelam