PUGER KULON, Radar Jember – Nelayan Puger harus berjuang agar bisa keluar dari Plawangan di Pantai Pancer, Puger, saat pulang melaut, kemarin (16/1). Ketika hendak pulang membawa ikan hasil tangkapan, mereka kesulitan melintasi Plawangan. Lokasi ini dikenal dengan ombak dan arus yang ganas. Di sisi lain, setelah melewatinya, nelayan dihadapkan dengan muara Sungai Bedadung yang dangkal.
Akibat muara sungai dangkal, ada puluhan perahu yang kandas. Bahkan ada beberapa perahu saling berbenturan, karena nakhoda sama-sama mencari alur sungai yang bisa dilewati saat pulang melaut.
Lantaran kapal kandas, anak buah kapal (ABK) terpaksa melompat untuk menarik atau mendorong perahu yang kandas menggunakan tampar. Ada juga ABK yang terlihat menyiapkan jangkar dan bambu panjang untuk penahan agar perahu tidak terseret kembali ke Plawangan.
Pada saat Jawa Pos Radar Jember di lokasi, ada perahu yang terjebak di Plawangan. Posisinya melintang, sehingga sulit untuk keluar karena terus dihantam ombak dan belum bisa berbelok.
Kandas Satu Setengah Jam
NELAYAN di Kecamatan Puger yang hendak pulang setelah melaut sempat menemui kendala, kemarin. Itu karena dalam beberapa hari terakhir perahu mereka kandas saat pulang. Meski sudah melintasi Plawangan yang dikenal ekstrem, kapal mereka masih kandas di muara Sungai Bedadung yang menjadi keluar masuknya perahu dan jukung nelayan.
Muara Sungai Bedadung diketahui mulai dangkal. Karenanya, nelayan yang menggunakan perahu banyak yang kandas. Saat itu terjadi, hanya nakhoda kapal yang tetap memegang kemudi. Sementara, anak buah kapal (ABK) harus turun untuk mendorong perahunya agar tidak rusak dihantam gelombang.
Terlihat, ketika banyak perahu yang kandas di muara Sungai Bedadung, nelayan yang siap-siap melintas di Plawangan memilih berputar-putar di tengah laut. Para nelayan itu sejatinya ingin ikan hasil tangkapan segera tiba di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger agar segera terjual dan dapat hasil. Namun, karena muara dangkal dan bersamaan dengan air laut pasang, akhirnya tertahan.
Bahkan, ada satu perahu yang terjebak atau kandas hingga satu setengah jam di sekitar Plawangan. Terombang-ambing di tengah dan terus dihantam ombak dari tengah laut. Beruntung, kondisi ombak tak begitu besar, sehingga masih aman.
AKP Hari Pamuji, Kasat Polair Polres Jember di Puger, mengimbau kepada nelayan untuk lebih hati-hati. Ketika pulang dan terjebak di Plawangan, nelayan diminta lebih waspada. Apalagi beberapa hari terakhir muara Sungai Bedadung dangkal. “Perahu kandas banyak dan terjadi penumpukan perahu saat pulang,” katanya.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, memang yang banyak terjebak atau kandas adalah perahu karena berukuran besar. Sementara, nelayan yang mencari ikan dengan jukung masih terlihat aman. Catur, 53, salah satu warga yang setiap hari mengantar pemancing, mengatakan, muara sungai sudah dangkal. “Nelayan yang pulang pagi sejak pukul 05.00 sudah mulai kandas hingga siang sekitar pukul 08.30,” katanya. (jum/c2/nur)
Editor : Radar Digital