Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Relokasi Pedagang di Jalan Gajah Mada ke Jalan Samanhudi Jember Berlangsung Ricuh 

Radar Digital • Kamis, 5 Oktober 2023 | 16:41 WIB
SEMAKIN SEMPIT: Kondisi Jalan Samanhudi semakin sesak setelah PKL Jalan Sultan Agung dan Jalan Gajah Mada direlokasi.
SEMAKIN SEMPIT: Kondisi Jalan Samanhudi semakin sesak setelah PKL Jalan Sultan Agung dan Jalan Gajah Mada direlokasi.

JEMBER KIDUL, Radar Jember - Malam itu kericuhan di Jalan Samanhudi, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, nyaris tak terbendung. Ini terjadi karena pedagang sayur yang biasa mangkal di pinggir jalan tak jauh dari Pasar Tanjung saling berebut tempat parkir. Penyebabnya, ada kebijakan relokasi pedagang kaki lima (PKL) dari Jalan Gajah Mada dan Sultan Agung ke Jalan Samanhudi.

Kondisi Jalan Samanhudi yang semakin sesak membuat banyak orang kesulitan parkir. Apalagi, lapak pedagang kopi serta PKL lain diberi tempat di bahu jalan. Alhasil, jalan setempat yang sebelumnya sudah sering tersendat, semakin sempit dan sesak.

Cekcok antarpedagang pun sempat membuat sejumlah orang tegang. Awalnya, para pedagang sayur bermobil pikap mulai berdatangan dan memenuhi Jalan Samanhudi di dekat lampu merah. Mereka berebut tempat parkir. Sebab, area yang biasa ditempati menjadi lapak PKL yang direlokasi di sana. Adu mulut dan suara klakson pun ramai terdengar. Kondisi yang demikian ini terjadi sekitar setengah jam hingga satpol PP, Polri, dan TNI datang ke lokasi dan menengahi.

Saat itu, sepuluh perwakilan pedagang sayur diajak duduk bersama melakukan musyawarah. Tak lama, Kasatpol PP Bambang Saputro datang. Semua keluh kesah para pedagang sayur ditumpahkan dan mencari solusi bersama.

Bambang menjelaskan, tempat parkir yang digunakan para pedagang sayur tidak cukup. Setelah diskusi dilakukan, kesepakatan sudah dibuat bersama. “Mulai besok malam (Rabu malam, Red), para pedagang sayur yang jumlahnya sekitar 50 orang yang bermobil atau roda dua tetap menempati pertigaan Jalan Samanhudi sampai lampu merah,” jelasnya seusai diskusi bersama para pedagang, Selasa (3/10) malam.

Apabila parkir tidak muat, mereka diarahkan ke Jalan Untung Suropati ke arah Matahari di sisi kiri. Koordinasi juga langsung dilakukan dengan Dishub. Penataan relokasi PKL di Jalan Samanhudi tetap dilaksanakan. “Kami tidak dalam rangka menggusur atau mengusir, tetapi menata mereka tetap berjualan di Jalan Samanhudi. Hanya kami geser mendekati arah lampu merah depan Pasar Tanjung yang selama ini ada space tempat kosong yang tidak dipakai berjualan,” terangnya.

Tempat yang disiapkan untuk pedagang sayur diakuinya memang tidak cukup. Sesuai dengan permintaan para pedagang, pihaknya akan melakukan penataan seperti PKL menggunakan nomor penggunaan tempat. Dengan catatan, mereka harus tetap menepati waktu berjualan dari pukul 19.00 sampai 24.00. Sehingga, bisa bergantian dengan pedagang sayur eceran lain.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, sosialisasi mengenai kebijakan pemkab tersebut sudah disampaikan kepada seluruh pedagang sayur juga PKL sejak Juli lalu. Begitupun dengan surat edaran yang sudah dibagikan pada Minggu malam. “Sudah kami siapkan konsep dan segala macamnya,” tutur Bambang.

Menurut Mariono, pedagang sayur asal Umbulsari, dia dan para pedagang lainnya tidak sepakat dengan kebijakan tersebut. Sebab, tempat peralihan parkir tidak cukup. Ditambah dengan tidak ada penataan dari satpol PP. “Insyaallah, katanya mau pindah, tapi katanya (besok, Red) mau pindah ke Jalan Untung Suropati,” ujarnya.

Sementara itu, Suhadi, pedagang sayur asal Sempu, Banyuwangi, mengatakan, meski sudah diberikan sosialisasi penataan, tapi tidak terkoordinasi dengan baik. Itulah yang memicu kerusuhan. “Kita hanya difasilitasi tempat tidak memadai (tidak diberi nomor, Red),” terangnya.

Dia menyebut, selama menempati wilayah tersebut, para pedagang sayur dikenai tarif parkir sebesar Rp 8 ribu untuk yang bermobil dan Rp 3 ribu untuk motor kepada pihak pasar. Namun, para pedagang sudah sepakat dengan hasil diskusi bersama Satpol PP. Usai kericuhan terjadi, dia menarik uang Rp 5 ribu kepada setiap pedagang sayur bermobil. “Itu biar cepat terealisasi nomor baru, biar besok (kemarin, Red) tidak rancu kesepakatan teman-teman saja. Biar cepat kerja dan diberikan ke pengelola parkir,” pungkasnya. (sil/c2.nur)

Editor : Radar Digital
#ricuh #relokasi pkl