BITING, Radar Jember - Kebakaran kandang ayam yang terjadi di Desa Biting, Kecamatan Arjasa, kemarin (12/9), menghebohkan warga setempat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi pada pukul 00.30 itu. Akan tetapi, ribuan ayam potong yang ada di dalamnya mati terpanggang.
Kebakaran di kandang ayam milik Rois, 44, warga asal Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, tersebut pertama kali diketahui oleh Catur dan Ilham. Mereka merupakan siswa salah satu sekolah di Jember yang sedang magang. Saat kejadian, keduanya sedang duduk di pojok belakang kandang.
Pada saat yang bersamaan, mereka mendengar suara gas yang mengalami kebocoran. Tepatnya dari dalam kandang sebelah barat. Setelah sumber suara itu dicek, sudah ada api yang mulai membakar atap kandang. Rangka kandang tersebut terbuat dari bambu dan beratap daun tebu.
Kapolsek Arjasa AKP Agus Sutriyono mengatakan, karena bangunan itu terbuat dari bahan yang mudah terbakar, api dengan cepat merambat ke bangunan lainnya. Akibatnya, tiga kandang lainnya juga ikut terbakar. Termasuk ribuan ekor ayam yang ada di dalamnya. “Api terus membesar dan merambat dengan cepat ke kandang lainnya,” jelasnya.
Empat kandang ayam berukuran 7,5x18 meter itu berisi kurang lebih 11.100 ekor ayam potong yang masih baru berusia 13 hari. Tidak ada satu pun yang bisa diselamatkan. Semuanya terpanggang di dalam gudang. Saat terjadi kebakaran, angin bertiup kencang sehingga api dengan cepat membakar empat gudang.
Peristiwa itu langsung dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran. Mereka sempat datang ke lokasi kejadian dan melakukan pendinginan. Saat petugas datang, api masih membakar rangka gudang yang terbuat dari bambu kering tersebut. Api baru benar-benar bisa dipadamkan kurang lebih pukul 02.00. “Untuk nilai kerugian masih belum diketahui. Karena, selain empat gudang yang terbakar, ada lebih dari 11 ribu ekor ayam ikut terpanggang,” tandasnya. (jum/c2/ham)
Editor : Radar Digital