JATIROTO, Radar Jember – Aksi perampokan tergolong nekat, sekitar pukul 11.000, kemarin (11/09). Sebuah truk boks bernopol P 8939 NL dihadang oleh perampok, tepat di tengah jembatan Dusun Jatikoong, Desa Jatiroto, Kecamatan Sumberbaru. Dalam aksinya, pelaku membacok sopir dan menggondol uang senilai Rp 40 juta.
Sopir truk yang menjadi korban perampokan adalah Imam Taufiq, 29, warga Dusun Krajan Kidul, RT 002 RW 001, Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru. Pada saat itu, korban bersama kernet truk, Rohman, 37, warga Dusun Nyioran, Desa Kaliboto Lor, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.
Kedua pria ini sedang dalam perjalanan pulang setelah menjual sembako. Sebelumnya, Imam dan Rohman sempat mengantar sembako ke beberapa toko peracangan dan pasar kecil di wilayah Desa Jamintoro, Kaliglagah, dan Desa Jambesari, Kecamatan Sumberbaru. Dia mengantar sembako berupa beras, minyak goreng, rokok, dan barang jenis lain.
Setelah semua barang yang dibawa dari gudang di Jatiroto, Lumajang, selesai diantar, keduanya pulang dengan membawa uang tunai sekitar Rp 40 juta. Hasil penjualan dari para pemilik toko yang membeli sembako. Nahas, sesampainya di tengah jembatan Jatiroto, Sumberbaru, tiba-tiba ada dua pelaku kejahatan mendekatinya dengan menaiki sepeda motor.
Pelaku yang dibonceng langsung turun dan mendekati sopir. Pelaku langsung mematikan mesin dan mencabut kunci kontak. Seketika, pelaku yang sudah memegang sajam berupa celurit langsung membuka pintu dan meminta rokok kepada sopir. Namun, sopir menjawab tak punya rokok. Saat itu, pelaku masih meminta uang hasil setoran dari pemilik toko Rp 100 ribu, dan tetap ditolak oleh Imam.
Pelaku saat itu emosi dan merampas tas yang ada di pinggang korban. Imam saat itu sempat berusaha mengamankan tas berisi uang Rp 40 juta hasil setoran sejumlah toko. Insiden saling tarik sempat terjadi. Namun, pelaku membacok tas hingga mengenai pinggang kanan korban. Luka robek di bagian itu cukup parah.
Rohman, yang saat itu duduk di jok depan sebelah kiri, langsung menyelamatkan diri dan membantu Imam. Truk saat itu berhenti di tengah jembatan karena kunci truk dibawa kabur pelaku, berikut tas berisi uang Rp 40 juta. “Pelakunya langsung kabur ke arah utara (ke Desa Jambesari, Red),” kata Imam, sopir truk, saat ditemui di IGD Puskesmas Sumberbaru.
Dia mengaku, saat insiden terjadi ia tak begitu memperhatikan kendaraan dan nomor motor pelaku. “Saya tidak tahu jenis motor dan pelat nomornya. Karena, setelah merampas tas isi uang dan Hp, (pelaku, Red) langsung kabur ke arah utara,” jelasnya. Sebelum menghadang di tengah jembatan, pelaku dari arah timur jalan Kramat, Desa Jatiroto. Saat di jembatan, pelaku langsung mencabut kunci truk.
Kapolsek Sumberbaru AKP Agus Senja Afandi mengatakan, kasus perampasan uang yang menimpa sopir truk boks masih didalami, karena keterangan masih simpang siur. “Sementara korban (sopir, Red) atas nama Imam Taufik, masih dimintai keterangan untuk kejelasannya. Setelah selesai dimintai keterangan dan ada gambaran-gambaran, akan kami sampaikan,” jelasnya.
Untuk sementara, pihaknya melakukan penyelidikan karena saat kejadian sopir sedang menggendong tasnya yang berisi uang tunai hasil setoran dari pemilik toko. “Pelaku dengan cara paksa mengambil tasnya, karena tidak bisa diambil pelaku dengan menggunakan sajam celurit hingga terlepas. Bahkan celurit yang digunakan untuk memutus tali tas mengenai pinggang korban sebelah kanan,” imbuh AKP Agus.
Hingga berita ini ditulis, kemarin, korban yang mengalami luka bacok dirawat di IGD puskesmas setempat. Sementara, temannya atas nama Rohman dimintai keterangan oleh polisi. “Korban mengalami luka bacok di pinggang kanan dan harus mendapatkan 5 jahitan,” kata dr A. Bawin Budiharto, Kepala Puskesmas Sumberbaru. (jum/c2/nur)
Editor : Radar Digital