PLALANGAN, Radar Jember – Kebakaran rumah lagi-lagi menimpa warga Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat. Selasa (8/8) lalu, pukul 19.00, ada tiga rumah warga yang ludes terbakar. Lokasinya di Dusun Plalangan RT 002 RW 003. Bulan sebelumnya, juga sempat ada 9 rumah warga yang ludes dilalap si jago merah. Namun, tempatnya berbeda, yakni di Dusun Krajan RT 003 RW 008, yang terjadi pada Sabtu (22/7).
Penyebab kebakaran sebulan yang lalu dengan yang terjadi kemarin sama-sama akibat korsleting listrik. Jika sebelumnya korsleting diduga terjadi pada meteran PLN di rumah Siriyanto alias Pak Sutikno, namun kemarin diduga dari rumah salah satu korban.
Ketiga rumah warga yang terbakar yakni milik Aspari, 45; Tasmal, 55; dan Huda, 30. Dari ketiga rumah yang terbakar, paling parah milik Tasmal alias Pak Hud. Barang-barang di rumah korban tidak bisa terselamatkan.
Kebakaran kali pertama diketahui oleh Ibu Fira, istri Aspari. Saat itu saksi yang juga menjadi korban sedang menidurkan anaknya. Tiba-tiba lampu PLN padam. Saksi bergegas keluar rumah dan langsung melihat kobaran api besar muncul dari ruang tamu rumah Tasmal, yang tak lain adalah orang tuanya.
Perempuan itu kemudian menyelamatkan anaknya yang sedang tidur sambil berteriak minta tolong. Warga yang mendengar teriakan itu langsung keluar. Tak jauh dari lokasi, sekelompok warga sedang tahlilan. Selanjutnya, warga menyelamatkan barang-barang dari rumah Huda. Sementara, barang di rumah Tasmal dan Aspari ludes terbakar, tak tersisa. “Barang-barang di dalam dua rumah itu tidak bisa terselamatkan karena api terus membesar dan membakar seluruh isi rumahnya,” kata Kapolsek Kalisat AKP Istono.
Kejadian kebakaran malam hari itu tidak sampai memakan korban jiwa. Tiga rumah yang terbakar itu saling berdempetan. Saat kebakaran, api menjalar dengan cepat. “Satu unit mobil damkar di Posko Kalisat, satu unit dari Posko Kota. Api bisa dipadamkan dan tidak sampai merembet ke rumah warga yang lainnya,” kata mantan kapolsek Sumberjambe itu. Istono mengimbau agar semua warga lebih hati-hati. Ketika pergi meninggalkan rumah, selayaknya mengecek kabel televisi dan barang elektronik lainnya.
Rumah Terbakar saat Penghuni Pergi
SEMENTARA itu, saat kebakaran tiga rumah ini terjadi, para penghuninya tidak di rumah. Seperti disampaikan korban Huda, 30, anak Tasmal, 55. Saat kejadian, korban sedang di RS Kalisat.
Huda mengaku, dia baru tahu setelah ditelepon keluarganya. "Saat rumah bapak dan rumah kakak ipar terbakar, saya sedang keluar untuk ngantar keluarga ke rumah sakit. Setelah ditelepon langsung pulang. Sampai di rumah, api sudah membakar dua rumah yang bergandengan dengan milik saya. Api segera padam setelah ada mobil pemadam datang," kata Huda kepada Jawa Pos Radar Jember, Rabu (9/8).
Pada saat api membakar dua rumah, warga ada yang naik ke atas dapur untuk merusak bagian plafon. Api pun tak menjalar ke bagian dapur di sisi selatan. Api juga tidak sampai melalap atap rumah dari bahan galvalum. Sehingga hanya bagian dapur dan gudang tempat barang yang ludes terbakar. “Mobil pikap L300 nopol M 9904 AB milik saya berhasil diselamatkan,” katanya.
Pascakejadian itu, Rabu (9/8) pagi, warga sekitar langsung melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing kebakaran. Untuk sementara, keluarga yang rumahnya terbakar masih menumpang di rumah keluarga. Apalagi masih trauma dengan kejadian itu. (jum/c2/nur)
Editor : Radar Digital