RADARJEMBER.ID – Nasib tidak boleh ditolak, karena siapapun akan mengalaminya. Seperti yang dialami Siswanto, 35 warga Dusun Wetan, Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Jember. Saat hendak mengunjungi sang anak yang ada di pondok pesantren, di Desa manggisan, kecamatan Tanggul, Jember, dirinya malah kena jambret. Kejadian menimpa pasangan suami istri itu pada Jumat (4/8/2023) pukul 11.30.
Korban bersama istrinya dan anaknya yang masih balita mengendarai sepeda motor Honda Beat. Dari rumahnya mereka berangkat pukul 10.00 agar sesampai dipondok sudah selesai salat Jumat.
Namun, ditengah perjalanan menuju pondok, mereka dibuntuti pengendara sepeda motor Yamaha Mio yang belum diketahui identitasnya.
Sesampai di jalan sepi tepatnya Dusun Curahbanban, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan tanggul mereka dipepet oleh pengendara motor yang berboncengan. Korban mengaku tidak curiga kalau pengendara itu pelaku kejahatan yang sedang membuntutinya.
Setelah hendak akan memasuki jalan yang menurun sebelum masjid, motor korban ada yang memepet dari sebelah kanan. Tetapi korban sama sekali tidak menaruh kecurigaan dengan pengendara yang berjalan disamping kanannya.
Ternyata tas milik istrinya ditarik oleh salah satu pelaku yang ada dibelakng. Bahkan saat menarik tas milik istrinya, masih terjadi saling Tarik menarik antara pelaku dengan istrinya.
Karena takut terjauh, akhirnya tas yang berisi uang senilai Rp.1,2 juta serta HP berhasil dirampas oleh pelaku. Seketika itu , pelaku langsung kabur ke arah yang sama sambil membawa hasil jambretannya.
“Saya sempat mengejar setelah pelaku itu berhasil merampas tas istri saya yang didalamnya ada uang dan HP,” kata Siswanto.
Sempat terjadi kejar kejaran antara korban dengan pelaku yang kabur ke arah barat. Bahkan pelaku sempat diteriaki, pada saat hendak menyalip muncul kendaraan truk dari arah berlawanan. Karena khawatir terjatuh, maka korban langsung mengurungkan niatnya untuk mengejar pelaku.
“Saya rencana mau ke anak saya yang sedang di pondok di salah satu Ponpes yang ada di Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul. Uang sebesar Rp 1,2 juta itu untuk uang membayar di Pondok . Karena anak saya ini baru mondok dan rencana untuk membayar keuangan di pondok,” pungkasnya. (jum/bud)
Editor : Radar Digital