PUGER KULON, Radar Jember – Ganasnya gelombang tinggi di perairan selatan belum surut. Sepekan lalu, jukung bernama “Armada” milik Suheri. warga Puger Wetan, terbalik di tengah laut. Kini giliran jukung bernama “Janoko” milik Moch Arifin, 42, warga Dusun Mandaran, Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, yang mengalami nasib sama.
Perbedaannya, Janoko terbalik saat hendak melaut melewati keganasan ombak Plawangan. Jukung yang dinakhodai Moch Arifin itu bernasib sial pada Jumat (28/7) pukul 08.00. Beruntung, tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Sumber Jawa Pos Radar Jember menyebutkan, jukung Janoko tak kuasa saat ombak besar menerpa dari depan. Gelombang tinggi itu dengan lugas menghempas jukung dari bahan fiber itu. Beruntung, saat jukung itu terbalik, nakhoda bersama dua anak buah kapal (ABK) berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang.
Dalam peristiwa tersebut, Moch Arifin harus dilarikan ke IGD Puskesmas Puger karena mengalami luka. Sementara, dua ABK lainnya, yakni Akbar Mubarok, 27, dan Honen, 50, tidak mengalami luka serius. Kejadian itu juga diketahui nelayan lain yang hendak berangkat melaut, sehingga ketiganya tertolong. Sementara, jukungnya terbalik hingga terhempas ke muara Sungai Bedadung.
Kasat Polair Polres Jember AKP Hari Pamuji mengatakan, kecelakaan laut itu terjadi pada saat nelayan itu hendak berangkat. Sesampainya di Plawangan Pancer yang dikenal angker itu, tiba-tiba ombak dari arah depan datang. Nakhoda yang juga pemilik jukung tidak bisa menghindari.
Hari menambahkan, kejadian itu tidak sampai memakan korban jiwa. Pihaknya mengimbau kepada nelayan yang hendak berangkat maupun saat pulang agar memakai pelampung. (jum/c2/dwi)
Editor : Safitri