https://radarjember.jawapos.com/pemerintahan/29/05/2023/perluas-penerapan-sekolah-adiwiyata/
Suasana saat proses acara di sekolah yang berlokasi di Desa Baletbaru, Kecamatan Sukowono, itu pun kontan berubah haru. Banyak orang tua yang meneteskan air matanya. Sebab, sebelum siswa meninggalkan sekolah yang menjadi tempat menimba ilmu itu, ada giat yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Siswa harus menyiapkan air bersih dalam bak plastik untuk mencuci kaki orang tuanya.
Acara tersebut baru kali itu dilakukan,. “Selama tiga tahun itu, orang tualah yang direpotkan. Membimbing dan mencari biaya untuk sekolah. Dengan cara seperti ini agar siswa itu selalu ingat kepada orang tuanya yang telah membimbingnya,” kata Kepala SMPN 1 Sukowono Dwi Kristatiningsih.
Dikatakan, pengumuman kelulusan sekaligus lepas pisah kelas 9 dilakukan berbeda dari tahun sebelumnya. Yaitu dengan prosesi sungkeman, membasuh kaki orang tua, dan meminum air basuhan kaki orang tua siswa yang bersangkutan. “Selaku kepala sekolah, melepas dan mengembalikan siswa didiknya kepada orang tua sebagai tanda proses belajar di lembaganya selesai,” kata perempuan yang akrab dipanggil Ibu Kris itu.
Dia pun ingin lepas pisah dilakukan sederhana, tetapi berbeda dan memberi makna bagi semua guru maupun siswa. “Dengan bantuan dewan guru, panitia, dan penasihat Komite, Bapak M. Rifaal, acara ini terlaksana dengan baik. Sebelum sungkem kepada orang tua didahului dengan pengalungan gordon, dilanjutkan acara sungkem, basuh kaki, dan minum air basuh kaki orang tua. Hal itu sebagai wujud syukur siswa dan memohon doa restu untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya,” katanya.
Sebelum acara cuci kaki orang tua, seluruh orang tua dari 82 siswa itu harus ambil wuduh di musala. Demikian juga dengan air yang digunakan untuk mencuci kaki orang tua, menggunakan air bersih dan suci. “Ritual ini mungkin jarang terpikir atau jarang dilakukan oleh siswa saat minta doa restu orang tuanya,” jelasnya.
Menurut Umy Mutmainah, salah satu siswa, saat gladi tidak ada prosesi itu, jadi surprise dan sangat mengharukan. “Rata-rata siswa yang dilepas ini menangis terharu dan tidak akan pernah terlupakan seumur hidup kami,” katanya.
Sementara itu, salah satu wali murid menyebut, kegiatan semacam itu mungkin hanya dilakukan di tempat anaknya sekolah. “Tahun-tahun sebelaumnya perpisahan atau pelepasan siswa kelas 9 dilakukan seperti biasa. Namun, untuk lepas siswa sekarang ini terbilang unik dan di luar dugaan. Kata anak saya saat gladi tidak ada acara sungkem dan cuci kaki orang tua. Ini kejutan,” ungkapnya. (c2/nur) Editor : Maulana Ijal