RADAR JEMBER – Politeknik Negeri Jember (Polije) terus mendorong transformasi layanan kesehatan berbasis digital melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan Mobile JKN dan Telemedicine sebagai Promosi Layanan Kesehatan Klinik Pratama Politeknik Negeri Jember untuk Mendukung Capaian Kampus UHC.”
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2026, mulai pukul 10.00 WIB tersebut merupakan program pengabdian masyarakat skema Teaching Factory (Tefa) yang mengintegrasikan bidang Promosi Kesehatan dan Informatika/Komputer.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur II Bidang Keuangan Politeknik Negeri Jember, Dr. Yossi Wibisono, S.TP., M.P. Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai mitra pendukung, dengan pendanaan penuh dari program PNBP kegiatan Pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Jember.
Dalam sambutannya, Dr. Yossi menekankan bahwa keberadaan Polije diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi melalui pendidikan, tetapi juga semakin nyata dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia mendorong agar kegiatan pengabdian seperti ini terus diperkuat melalui kolaborasi yang lebih luas, baik antarunit di lingkungan Polije maupun bersama mitra eksternal. Sinergi tersebut dinilai penting agar program yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat yang lebih besar dan berkelanjutan.
Dukungan dari BSI dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi eksternal yang memperkuat pelaksanaan program. Kerja sama antara perguruan tinggi, fasilitas pelayanan kesehatan, mitra, serta masyarakat diharapkan dapat memperluas dampak kegiatan pengabdian.
Ketua tim pengabdian, Dr. dr. Rinda Nurul Karimah, M.Kes, menyampaikan bahwa Klinik Pratama Polije memiliki posisi strategis dalam memberikan layanan kesehatan bagi sivitas akademika maupun masyarakat sekitar.
Menurutnya, pelayanan Klinik Pratama terus diarahkan agar semakin cepat, mudah diakses, responsif, dan mampu memberikan pengalaman pelayanan yang baik kepada pengguna. Penguatan layanan tersebut juga perlu diiringi dengan pemanfaatan teknologi kesehatan digital, khususnya Mobile JKN dan telemedicine.
Klinik Pratama Polije telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dan memiliki komitmen untuk mendukung capaian Universal Health Coverage (UHC) di lingkungan kampus. Namun, pemanfaatan layanan kesehatan digital masih perlu terus ditingkatkan karena sebagian pengguna belum sepenuhnya memahami layanan yang tersedia maupun cara memanfaatkan fitur Mobile JKN dan telemedicine.
Tak Sekadar Sosialisasi
Program pengabdian ini dirancang tidak hanya dalam bentuk penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik dan pendampingan langsung kepada peserta.
Peserta dikenalkan sekaligus didampingi dalam menggunakan berbagai fitur Mobile JKN, mulai dari registrasi dan aktivasi akun, pengecekan status kepesertaan, penggunaan antrean online, perubahan fasilitas kesehatan tingkat pertama, hingga akses konsultasi melalui layanan telemedicine.
Pendekatan praktik langsung menjadi penting karena transformasi digital kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan aplikasi. Pengguna juga perlu memiliki kemampuan untuk mengoperasikan layanan tersebut secara mandiri.
Kolaborasi lintas disiplin menjadi salah satu kekuatan program. Bidang Promosi Kesehatan berperan dalam edukasi dan perubahan perilaku kesehatan masyarakat, sementara bidang Informatika/Komputer mendukung pendampingan penggunaan teknologi kesehatan digital secara praktis.
Tim pengabdian diketuai oleh Dr. dr. Rinda Nurul Karimah, M.Kes, dengan anggota Hendra Yufit Riskiawan, S.Kom., M.Cs., Iwan Abdi Suandana, S.KM., M.Kes., Husin, S.Kom., M.MT., dan Nanik Anita Mukhlisoh, S.ST., M.T. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari bidang Informatika dan Promosi Kesehatan.
Dorong Deteksi Dini Penyakit
Selain literasi kesehatan digital, kegiatan juga memberikan perhatian pada upaya promotif dan preventif melalui pemeriksaan kesehatan dasar.
Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, pengukuran indeks massa tubuh (IMT), serta konsultasi kesehatan sederhana.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan semakin memahami kondisi kesehatannya sekaligus lebih sadar terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Hal ini menjadi penting karena sebagian masyarakat masih cenderung mengakses layanan kesehatan setelah muncul keluhan. Padahal, pemeriksaan rutin dapat membantu mengenali faktor risiko penyakit tidak menular sejak lebih dini.
Menuju Masyarakat yang Lebih Mandiri
Dalam jangka pendek, program ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai layanan Klinik Pratama Polije sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menggunakan Mobile JKN dan telemedicine.
Dalam jangka menengah, kegiatan diarahkan untuk membentuk perilaku masyarakat yang lebih mandiri dalam mengakses layanan kesehatan digital serta meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini penyakit.
Program tersebut juga dirancang agar tidak berhenti pada satu kegiatan. Pendampingan, monitoring, dan evaluasi menjadi bagian dari pelaksanaan untuk melihat peningkatan pemahaman peserta serta kemampuan mereka dalam menggunakan layanan kesehatan digital secara mandiri.
Melalui integrasi antara Klinik Pratama, Mobile JKN, telemedicine, edukasi kesehatan, serta dukungan berbagai mitra, Polije berharap dapat membangun ekosistem kesehatan kampus yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Polije sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya berfokus pada pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghadirkan solusi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.