Dugaan Korupsi hingga Masalah Fasilitas Jadi Alasan Penolakan Rektor UINSA 2 Periode

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 17:44 WIB
Suasana demo di UINSA, 16 September 2026, tangkapan layar unggahan vidio TIKTOK @AREKUINSA
Suasana demo di UINSA, 16 September 2026, tangkapan layar unggahan vidio TIKTOK @AREKUINSA

RADAR JEMBER— Penolakan masif terhadap kepemimpinan Prof. Akh. Muzakki sebagai Rektor UINSA periode 2026–2030 dipicu oleh dugaan kasus korupsi sertifikasi dosen serta buruknya fasilitas kampus. Meski massa mahasiswa nekat mendobrak dan menduduki gedung rektorat, pihak rektorat hingga kini belum memberikan pernyataan resmi maupun menemui para pendemo.

Alasan penolakan berakar pada beredarnya surat panggilan pemeriksaan dari Kejaksaan Negeri Tanjung Perak tertanggal 14 September 2026 atas dugaan suap sertifikasi dosen Kementerian Agama 2024–2025 dengan potensi pungutan liar mencapai Rp897.050.000.

Perwakilan dosen UINSA, Hermanto Jakfar, menyampaikan keberatan perihal dugaan tindak pidana tersebut dengan menegaskan, “Kami para dosen merasa keberatan atas pengangkatan kembali Akh. Muzakki. Hal ini karena rektor yang baru dilantik diduga melakukan tindak pidana.” 

Sikap serupa juga disampaikan oleh Prof. Ghazali Said selaku juru bicara Forum Guru Besar UINSA yang menyoroti masalah kepemimpinan internal dengan menyatakan, “Kami menolak karena tata kelola yang dilakukan banyak menimbulkan kegaduhan di kampus UINSA.”

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Berunjuk Rasa Tuntut Rektor Terpilih Untuk Mundur, Ini Kronologinya

Gelombang penolakan ini juga datang dari pihak alumni yang mengkhawatirkan reputasi kampus ke depan. 

Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni UINSA (Ika UINSA), Ahmad Bajuri, mendesak Kementerian Agama untuk mengevaluasi kembali keputusan pelantikan sembari mengingatkan terkait resiko hukum,  “Jika nanti rektor ini diperiksa kejaksaan, ini pasti membuat nama baik UINSA tercoreng.”

Dari sudut pandang mahasiswa, penolakan dipicu oleh kekecewaan atas buruknya layanan pengadaan fasilitas dan beratnya beban biaya kuliah.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), Micle, membeberkan sejumlah kejanggalan operasional dan masalah UKT mahal yang dirasakannya, “Seperti uang tiba-tiba menghilang, jas untuk maba katanya baru 50% jadi atau 3.000 jas almamater, bahkan UKT banyak yang mahal. Kalau saya kena UKT Rp.7.000.000, 00.”

Masalah kelengkapan belajar juga disuarakan oleh mahasiswa baru FEBI, Alex mengeluhkan belum terdistribusinya bahan ajar dan menuntut pergantian rektor, “Buku belum, kayak buku LKS dari fakultas itu belum sampai sekarang. Maunya mengganti atau membatalkan Rektor Muzakki.”

Hingga Rabu (16/9/2026), demo masih terus berlangsung di Gedung Rektorat UINSA. 

Massa mahasiswa yang menerobos ke lantai 1 memilih bertahan menduduki gedung demi menunggu kedatangan Muzakki secara langsung, sementara pihak rektorat masih bungkam dan belum memberikan pernyataan.

Nama: Sasta Rintis Rahmawati

Editor : M. Ainul Budi
demo uinsa rektor uinsa mahasiswa uinsa uinsa uin sunan ampel