Radar Jember - Universitas dr. Soebandi (UDS) Jember terus membuka peluang untuk menghadirkan Fakultas Kedokteran.
Langkah tersebut terlihat dari progresivitas yang dilakukan kampus melalui kegiatan benchmarking sekaligus penjajakan kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).
Upaya ini menjadi bagian dari proses UDS mempersiapkan pengembangan institusi di bidang pendidikan kesehatan.
Rektor UDS Andi Eka Pranata mengatakan, kegiatan benchmarking tersebut menjadi kesempatan bagi pihaknya untuk belajar lebih jauh mengenai pengelolaan pendidikan tinggi, khususnya pada rumpun kesehatan.
Dalam pertemuan itu, UDS berdiskusi dengan jajaran Fakultas Kedokteran Gigi UNIMUS mengenai berbagai aspek yang perlu disiapkan dalam pengembangan institusi pendidikan.
Baca Juga: Membangun Ekosistem Pendidikan Kesehatan, UDS Satukan Kampus, Riset, dan Pengabdian
Menurut Andi Eka, penjajakan tersebut tidak sebatas membangun komunikasi antarkampus. Ada sejumlah hal yang ingin dipelajari UDS sebelum melangkah lebih jauh.
Mulai dari tata kelola akademik, pengembangan sumber daya manusia, sistem penjaminan mutu, hingga pengelolaan fasilitas pendidikan. Semua menjadi bagian yang harus dipersiapkan secara matang.
“Benchmarking ini merupakan tahap belajar untuk terus mengembangkan institusi. Syukur-syukur kami bisa menyegerakan memenuhi persyaratan untuk mewujudkan Fakultas Kedokteran,” kata rektor muda itu.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan adanya arah pengembangan baru UDS, meski proses menuju pembukaan fakultas kedokteran masih membutuhkan sejumlah tahapan.
Tak hanya melalui benchmarking, UDS juga membuka peluang kerja sama lebih luas dengan UNIMUS.
Pertemuan kedua institusi membahas berbagai potensi kolaborasi yang dapat dilakukan ke depan. Kerja sama itu diharapkan bisa membantu UDS memperkuat ekosistem pendidikan kesehatan sekaligus meningkatkan mutu kelembagaan.
Dalam waktu dekat, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi UNIMUS dijadwalkan memberikan pengarahan langsung di kampus UDS.
Salah satunya mencakup tata kelola akademik, pengembangan sumber daya manusia, sistem penjaminan mutu, pengelolaan fasilitas pendidikan, hingga pengembangan kelembagaan.
Baca Juga: UDS Raih The Excellence in Health Education Innovation and Community Impact, RJ Award 2026
Salah satu perhatian utama UDS adalah kesiapan sarana dan prasarana pendidikan. Untuk mewujudkan Fakultas Kedokteran, kampus harus memenuhi berbagai standar yang ditetapkan.
Di antaranya sarana laboratorium terstandar serta rekomendasi pemenuhan akreditasi minimum dari lembaga penjaminan mutu.
“Persyaratan tersebut terus kami upayakan bersama Yayasan Pendidikan Jember International School (YPJIS) untuk mewujudkan hadirnya fakultas kedokteran di UDS,” pungkasnya. (ika/dhi/yul)
Editor : Yulio Faruq