Sambut Plt Rektor Baru, UINSA Surabaya Gelar Syukuran dan Mendesak Menag Tunjuk Rektor Definitif

M. Ainul Budi • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:26 WIB
Acara Tasyakuran dan Doa Bersama untuk UINSA di depan Gedung Rektorat UIN Sunan Ampel Surabaya dalam rangka menyambut Plt Rektor UINSA yang baru. (DOK UINSA)
Acara Tasyakuran dan Doa Bersama untuk UINSA di depan Gedung Rektorat UIN Sunan Ampel Surabaya dalam rangka menyambut Plt Rektor UINSA yang baru. (DOK UINSA)

 

RADAR JEMBER - Forum Penyelamat UIN Sunan Ampel Surabaya (FPU) menggelar acara Tasyakuran dan Doa Bersama untuk UINSA di depan Gedung Rektorat UIN Sunan Ampel Surabaya, Jalan Ahmad Yani 117 Surabaya, Senin (20/7/2026).

Kegiatan yang diikuti sekitar 50 peserta tersebut dihadiri unsur dosen, guru besar, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta sejumlah dosen senior dan purnatugas. Acara digelar sebagai bentuk rasa syukur atas penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UINSA yang baru, sekaligus doa bersama agar proses transisi kepemimpinan kampus berjalan baik dan segera menghasilkan rektor definitif.

Koordinator Forum Penyelamat UINSA, Suhermanto Ja'far, mengatakan kegiatan tersebut merupakan ikhtiar moral civitas akademika untuk mendoakan masa depan UINSA.

Baca Juga: Suhermanto Ja'far: UINSA Butuh Kepastian, Bukan Transisi Berkepanjangan

"Acara ini kami selenggarakan sebagai ungkapan syukur sekaligus doa agar UINSA memiliki tata kelola yang semakin baik. Kami juga mengapresiasi langkah Kementerian Agama yang telah menunjuk Plt Rektor baru sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kampus," ujarnya.

Menurut Suhermanto, selama beberapa tahun terakhir sebagian civitas akademika menyampaikan berbagai masukan mengenai tata kelola kampus. Karena itu, pergantian Plt Rektor diharapkan menjadi awal terciptanya suasana akademik yang lebih kondusif.

Baca Juga: Giliran Forum Guru Besar UINSA Desak Menag Tangani Rektor UINSA

Acara dipimpin langsung oleh Suhermanto Ja'far dan diawali dengan sambutan dari unsur alumni yang diwakili Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) UINSA, Ahmad Bajuri.

Dalam sambutannya, Bajuri menegaskan bahwa kehadiran alumni bukan untuk berpolemik dengan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap almamater.

"UINSA bukan milik satu orang atau satu kelompok. Kampus ini adalah rumah bersama seluruh civitas akademika. Ketika ada warga kampus yang berharap adanya perbaikan tata kelola, alumni merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut memberikan dukungan dan pemikiran demi kemajuan almamater," katanya.

Sementara itu, perwakilan guru besar, Prof. Dr Kurjum, menyampaikan harapannya agar kepemimpinan UINSA ke depan semakin mengedepankan semangat kebersamaan, keterbukaan, dan pelayanan akademik yang berkualitas.

"Momentum transisi ini menjadi kesempatan untuk memperkuat tata kelola universitas agar semakin baik dan mampu membawa UINSA berkembang lebih maju," ujarnya.

Baca Juga: Aksi Damai Mahasiswa UINSA Surabaya, Tuntutannya Tegas: GANTI REKTOR

Dari kalangan mahasiswa, Presiden Mahasiswa UINSA Ale Fadlurrahman berharap proses penetapan rektor definitif dapat segera diselesaikan sehingga aktivitas akademik berjalan optimal.

"Mahasiswa menginginkan kepastian kepemimpinan agar seluruh pelayanan akademik, termasuk administrasi kelulusan dan kegiatan kampus lainnya, dapat berlangsung dengan baik," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, dosen senior purnatugas Moh. Syarifudin, M.H. juga menyampaikan pentingnya menjaga sejarah dan jati diri UIN Sunan Ampel sebagai perguruan tinggi yang memiliki akar kuat dalam tradisi pesantren dan wakaf masyarakat.

Acara kemudian diisi dengan penyampaian aspirasi dari berbagai unsur civitas akademika, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin oleh dua dosen senior, Wak Kaji Sodiq dan Dr. Drs. H. Cholil, M.Pd.I". 

Sebagai penutup, para peserta menikmati makan bersama dengan 15 tumpeng yang merupakan sumbangan sejumlah donatur sebagai simbol rasa syukur dan harapan agar UIN Sunan Ampel Surabaya memasuki babak baru kepemimpinan yang semakin profesional, inklusif, dan berorientasi pada penguatan mutu akademik.

Kegiatan tasyakuran tersebut merupakan rangkaian dari aspirasi civitas akademika yang sebelumnya telah menyampaikan berbagai masukan mengenai pentingnya percepatan penetapan rektor definitif. 

Forum berharap proses tersebut dapat segera diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga kepastian tata kelola dan pelayanan akademik di UIN Sunan Ampel Surabaya dapat terus terjaga.

Editor : M. Ainul Budi
rektor uinsa plt rektor uinsa UIN Sunan Ampel Surabaya UINSA Surabaya