Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Alumni UNEJ Suarakan Akselerasi Pembangunan dari Daerah dalam Gelaran KAUJE Fest 2026

M. Ainul Budi • Jumat, 3 Juli 2026 | 16:28 WIB
Sarasehan Nasional KAUJE Fest yang diselenggarakan di Gedung Soejarwo UNEJ, Jumat (03/07/2026). (HUMAS UNEJ)
Sarasehan Nasional KAUJE Fest yang diselenggarakan di Gedung Soejarwo UNEJ, Jumat (03/07/2026). (HUMAS UNEJ)

 

RADAR JEMBER - Keluarga Alumni Universitas Jember (KAUJE) menunjukkan komitmen kuatnya dalam mengawal arah pembangunan nasional. Melalui gelaran akbar KAUJE Fest 2026, para alumni lintas generasi dan sektor menyuarakan pentingnya sinergi yang konkret antara pemerintah pusat dan daerah sebagai kunci utama mengakselerasi kemajuan bangsa.  Acara yang berlangsung di Gedung Soejarwo Universitas Jember (UNEJ), Jumat (03/07/2026), ini diawali dengan Sarasehan Nasional bertajuk "Akselerasi Membangun Indonesia dari Daerah: Menakar Sinergi Pusat dan Daerah Untuk Kemajuan Bangsa".

Rektor Universitas Jember, Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., secara resmi membuka langsung acara strategis ini. Dalam sambutannya, dia menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi pemikiran para alumni serta menegaskan bahwa sarasehan ini merupakan forum penting untuk menyumbangkan buah pikiran yang dapat menjadi rekomendasi kebijakan dalam membangun Indonesia.

Dia menekankan bahwa pembangunan nasional yang kokoh harus diinisiasi dari lingkup terkecil agar dapat dipetakan secara utuh.

Baca Juga: Lumajang Bidik Efek Ekonomi KAUJE FEST, UMKM dan Potensi Daerah Siap 'Naik Panggung' di Jember

"Membangun Indonesia harus diawali dari scope yang paling kecil sehingga dapat dilihat secara utuh secara nasional. Melalui pertukaran pengalaman di forum ini, kita jadikan jembatan untuk memecahkan berbagai masalah-masalah bangsa. UNEJ memiliki tanggung jawab yang besar, dan kita ingin kampus ini terus menyediakan ruang untuk diskusi publik seperti sekarang ini. Kita berangkat dari daerah, karena UNEJ sendiri juga berangkat dari perjalanan kecil sampai bisa menjadi besar seperti sekarang ini. Mari kita miliki inisiatif yang sama untuk memajukan negara dari berbagai latar belakang pengalaman," ujar Rektor.

Senada dengan Rektor, Ketua Harian Pengurus Pusat, Dr. Hendra Kurniawan, S.E., M.M., yang dalam hal ini mewakili Ketua Umum Pengurus Pusat KAUJE, juga menegaskan peran penting jaringan alumni dalam mengawal isu-isu strategis nasional serta komitmen organisasi untuk menjadi jembatan kolaborasi antara pusat dan daerah.

Baca Juga: Gus Fawait All-Out Dukung KAUJE FEST, Ribuan Alumni Unej Bakal Pulang Kampus dan Gerakkan Ekonomi Jember

"Sebagai bagian dari masyarakat ilmiah, maka dilaksanakan Sarasehan Nasional ini yang merupakan pembukaan dari rangkaian besar KAUJE Fest. Kegiatan 'Balik ke Kampus' yang mengusung semangat 'Satu Hati dalam Harmoni' ini diselenggarakan sebagai wadah sumbangsih pemikiran nyata para alumni untuk kemajuan daerah, dan semoga melalui kolaborasi ini kita dapat mencapai tujuan bersama demi bangsa," tegasnya.

Sarasehan yang dipandu oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur sekaligus alumni UNEJ, Drs. Lutfil Hakim, menghadirkan tiga pembicara utama yang membedah tantangan sinergi pusat-daerah dari kacamata politik, birokrasi, dan ekonomi.

Salah satu pembicara, Prof. Dr. R. Siti Zuhro, M.A., alumni UNEJ yang merupakan peneliti senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), menekankan pentingnya tata kelola yang demokratis di tengah tantangan baru yang dihadapi Indonesia saat ini. Menurutnya, daerah harus segera menghentikan kebiasaan berkeluh kesah dan mulai bangkit dengan pola-pola baru yang lebih responsif terhadap era digitalisasi dan inovasi.

Siti Zuhro menjabarkan bahwa pemerintah pada dasarnya telah membuka payung hukum kebijakan melalui UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) serta UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.

Baca Juga: KAUJE FEST 2026 Siap Digelar di Jember, Ribuan Alumni Universitas Jember Akan Hadiri Jalan Gembira Nasional III

"Maka dari itu, daerah perlu menerobos dan berpikir out of the box. Kepala daerah harus memiliki mental leadership dengan inovasi agar menjadi pemantik dan role model untuk memajukan Indonesia. Karena Indonesia bukan negara maju, maka sistem saja tidak cukup. Untuk itu, kepala daerah dipersilakan untuk mengajukan 2 atau 3 desa mana yang patut diprioritaskan untuk masuk dalam Bimbingan Teknis BRIN," tegas Siti Zuhro.

Sementara itu, Drs. Samsul Widodo, M.A., alumni UNEJ yang saat ini menjabat sebagai Dirjen Percepatan Pembangunan Daerah Kemendes PDT, menyoroti tantangan nyata dari sisi postur anggaran serta efektivitas intervensi program di daerah.

Ia menilai bahwa selain alokasi belanja modal yang minim di sejumlah daerah asal kepala daerah yang hadir, efektivitas bantuan pemerintah seringkali belum mampu menciptakan skala ekonomi yang kuat karena volumenya yang terpecah-pecah dan berskala kecil. Oleh karena itu, ia mendorong daerah untuk mulai berani mengambil terobosan program produksi komoditas lokal secara masif demi memicu lompatan ekonomi.

"Alokasi belanja modal pada Kabupaten Jember, Situbondo, Lumajang, Madiun, Ngada, dan Kepulauan Mentawai saat ini tercatat kurang dari 10%," ungkap Samsul Widodo. "Oleh karena itu, diperlukan efisiensi pada alokasi Belanja Barang dan Jasa, serta Belanja Lainnya—terutama pada pos anggaran bantuan keuangan pemerintah—agar dapat dialokasikan pada belanja modal. Selama ini, sedikit sekali bantuan Pemerintah yang skalanya besar dan masif, seringkali volumenya kecil-kecil dan tidak membentuk skala ekonomi. Padahal, bayangkan apa yang terjadi kalau satu kabupaten secara konsisten mengembangkan kegiatan produksi komoditas secara masif, misalnya dengan menanam kopi sebanyak 3 juta pohon dalam 3 tahun ke depan. Terobosan masif seperti inilah yang kita butuhkan untuk mempercepat kemajuan daerah," lanjutnya.  

Tak kalah penting, ekonom Universitas Jember, Aditya Wardhana, S.E., M.Si., Ph.D., membedah alasan mendasar mengapa daerah memegang kunci utama dalam mengakselerasi kemajuan bangsa. Dari perspektif ekonomi makro dan mikro, ia menjelaskan bahwa daerah bukan sekadar pembagian wilayah administratif, melainkan ruang nyata tempat perputaran ekonomi dan seluruh proses menuju kesejahteraan masyarakat berlangsung secara riil setiap harinya. 

Baca Juga: KAUJE Korda Bondowoso Gelar Bakti Sosial dan Trauma Healing Pasca Bencana Banjir di Desa Wonoboyo

"Daerah adalah kunci karena di sinilah pangan diproduksi dan didistribusikan, serta UMKM tumbuh dari komunitas informal dan jaringan lokal. Di daerah pula tenaga kerja hidup, belajar, dan bekerja, serta layanan publik seperti sekolah, puskesmas, pasar, dan jalan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Oleh sebab itu, tingkat kesejahteraan nasional yang terlihat dalam indikator kemiskinan, ketimpangan, ketersediaan pekerjaan, hingga mobilitas sosial sangat ditentukan oleh apa yang terjadi di tingkat lokal. Membangun Indonesia dari daerah bukan berarti mengecilkan peran pusat. Justru pusat semakin penting sebagai orkestrator. Namun, kemajuan bangsa akan semakin kuat bila berakar pada daerah yang produktif, inklusif, dan mampu menciptakan kesejahteraan, karena dari daerah yang berdaya, lahirlah Indonesia maju," papar Aditya Wardhana.

Sesi diskusi menjadi semakin hangat saat para kepala daerah yang hadir secara bergantian memberikan respons nyata mengenai dinamika implementasi di lapangan. Mereka yang memberikan pandangan di antaranya Bupati Jember H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos., M.SM., Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., Bupati Ngada NTT Raymundus Bena, S.S., M.Hum., Bupati Kepulauan Mentawai Dr. Rinto Wardana, S.H., M.H., dan Walikota Pasuruan Dr. H. Adi Wibowo, S.T.P., M.Si. Rasa kepemilikan sebagai sesama alumni UNEJ membuat jalannya tukar pikiran berjalan sangat cair namun tetap kritis.

Di akhir sesi sarasehan, Universitas Jember bersama KAUJE membacakan Pesan Kebangsaan UNEJ dan KAUJE. Pesan ini merangkum poin-poin strategis rekomendasi kebijakan untuk pemerintah pusat, sebagai bentuk kontribusi pemikiran nyata alumni dan akademisi demi mewujudkan Indonesia yang maju merata dari pinggiran.

Sesuai jadwal resmi KAUJE Fest, festival tahunan ini akan dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan besar pada akhir pekan yaitu Jalan Gembira Nasional pada Sabtu, 4 Juli 2026 dan Kauje Run 5K & 10K pada Minggu, 5 Juli 2026. 

Editor : M. Ainul Budi
#kauje fest #Jember #UNEJ #KAUJE #alumni unej