Radar Jember - Hari pertama Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SD dan SMP di Jember langsung disambut antusiasme tinggi, Senin (8/6) kemarin.
Lembar demi lembar berkas pendaftaran dan map tampak memenuhi meja panitia. Dengan penuh kesabaran, para orang tua setia mendampingi anak-anak mereka sejak pagi hari. Ini jadi waktu berburu kursi sekolah untuk anak-anak mereka.
Khusus SD, pendaftaran tahap satu ini menyaring jalur afirmasi dan mutasi. Sementara pada tingkat SMP, jalur yang dibuka adalah afirmasi, mutasi, dan prestasi. Pendaftaran tahap satu ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (10/6) mendatang.
Baca Juga: Bupati Jember: Kalau Serahkan Kemiskinan ke Dinsos saja, Sampai Kiamat Gak Bakal Beres!
Antusiasme yang luar biasa membuat pihak panitia di beberapa sekolah harus memutar otak agar pelayanan tetap berjalan tertib dan tidak memicu antrean yang mengular panjang.
Di SMPN 3 Jember misalnya, antusiasme yang tinggi membuat para orang tua datang lebih dulu. Salah satunya Moch Ansori, warga Jalan Belitung Kelurahan Sumbersari, Jember. Ia rela datang sebelum pukul 8 pagi. Harapannya bisa mendapatkan nomor pendaftaran lebih awal.
"Tapi ternyata yang datang sudah banyak. Saya dapat antrean ke-94," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Jember saat ditemui, kemarin.
Ia juga izin dari kantor demi mendaftarkan anak perempuannya di sekolah pilihan. Menurutnya ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Sehingga meski ramai dan antre, ia tetap menunggu di sekolah sembari menanti nama anaknya dipanggil untuk mendaftar.
"Tinggal menunggu verifikasi berkas saja. Karena ini yang memang agak lama," imbuhnya.
Sementara itu, terlalu membeludaknya masyarakat yang datang sejak pagi buta, panitia terpaksa membuka loket pelayanan lebih awal dari jadwal yang ditentukan. Langkah taktis ini diambil untuk mengurai penumpukan massa di area tunggu sekolah.
"Kami layani pukul 7.30. Lebih awal 30 menit karena sejak pagi orang tua yang datang sudah banyak," ungkap Riril Ariani, Ketua SPMB SMPN 3 Jember, kemarin.
Menurut Riril, pada hari pertama ini tercatat ada 330 nomor antrean yang telah diambil oleh para pendaftar. Dengan kuota daya tampung atau pagu total sebanyak 324 siswa untuk tahun ini, persaingan di tahap awal dipastikan berjalan ketat
Meski panitia telah menyiagakan empat pos pelayanan sekaligus, proses validasi data diakui membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
Kendala utama di lapangan bukan pada sistem, melainkan pada ketelitian proses pemindaian berkas fisik milik calon siswa baru.
"Yang bikin agak lama itu scan berkas. Terutama yang memiliki prestasi banyak, sehingga input datanya lebih banyak. Ada yang punya puluhan sertifikat prestasi, sehingga bisa membutuhkan waktu satu orangnya lebih dari 5 menit. Ini perlu kehati-hatian agar berkas yang diserahkan calon siswa dengan sistem sesuai," jelas Riril yang juga Humas SMPN 3 Jember tersebut.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember, hingga siang kemarin (8/6), hilir mudik orang tua dan siswa masih terus bertahan di lingkungan sekolah.
Panitia menegaskan akan merampungkan seluruh nomor antrean yang sudah terdistribusi hari ini, meski harus melewati jam kerja normal.
"Hari ini (kemarin,Red) terlayani sampai jam 2 siang. Kalau tidak selesai hari ini, akan dilanjutkan besok hingga hari Rabu nanti," pungkasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh