Radar Jember – Pemandangan hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sejumlah SMP negeri di Kabupaten Jember menunjukkan dua kondisi yang berbeda.
Jika sekolah-sekolah di kawasan perkotaan mulai dipadati calon siswa dan orang tua sejak pagi. Tapi situasi di sekolah di perdesaan dan jauh dari pusat kota ataupun kecamatan jauh lebih lengang.
Bahkan, ada sekolah yang hingga hari pertama pendaftaran, kemarin (8/6) hanya ada dua calon siswa yang mendaftar.
Di tengah perbedaan jumlah pendaftar itu, ada satu kesamaan yang tampak hampir di semua sekolah. Yaitu para ibu menjadi sosok yang paling sibuk mengurus pendaftaran anak-anak mereka.
Baca Juga: Bupati Jember: Kalau Serahkan Kemiskinan ke Dinsos saja, Sampai Kiamat Gak Bakal Beres!
Sejak pagi, mereka datang mengantar, mengambil formulir, hingga melengkapi berbagai persyaratan administrasi.
Hari pertama SPMB SMP negeri dibuka pada Senin (8/6) hingga Rabu (10/6) untuk jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi.
Pantauan Jawa Pos Radar Jember di SMPN 1 Jenggawah, sejak pukul 06.30 sebelum pendaftaran dibuka, para ibu sudah mulai berdatangan. Sebagian ibu bahkan terlihat menggendong anak balita saat mengisi formulir.
Kepala SMPN 1 Jenggawah Anang Sulistiyono Widodo mengatakan, pada hari pertama SPMB jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi, terdapat sekitar 125 calon siswa yang telah resmi mendaftar.
"Nomor antrean yang sudah diambil mencapai 200. Namun, sebagian masih belum melengkapi persyaratan sehingga akan kembali lagi hari ini atau besok. Karena SPMB gelombang pertama untuk jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (10/6)," ujarnya.
Untuk mempercepat proses verifikasi alamat rumah calon siswa, sekolah menyiapkan beberapa layar monitor sehingga proses pendataan dapat berjalan lebih cepat.
Sementara itu, kondisi berbeda terlihat di sejumlah sekolah yang berada di wilayah pinggiran. Jumlah pendaftar pada hari pertama masih relatif sedikit.
Kepala SMPN 4 Tempurejo Wibowo mengatakan, hingga hari pertama pendaftaran, sekolahnya baru menerima dua calon siswa.
"Lulusan SDN Curahnongko 08 ada tiga siswa. Namun yang melanjutkan ke SMPN 4 Tempurejo hanya dua orang, sedangkan satu siswa ikut orang tuanya pindah," ujarnya.
Di SMPN 3 Tempurejo yang berada di Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, jumlah pendaftar pada hari pertama tercatat 16 siswa.
Sementara itu, SMPN 5 Silo, ada enam calon siswa yang mendaftar. Padahal, sekolah memperkirakan ada 11 siswa yang akan mendaftar.
"Lima calon siswa lainnya menyusul," kata Kepala SMPN 5 Silo Syaiful Mustofa.
Adapun di SMPN 2 Mumbulsari, jumlah pendaftar pada hari pertama mencapai 31 siswa. Sedangkan di SMPN 4 Kalisat tercatat 15 calon siswa telah mendaftar.
Sementara, untuk SMPN 8 Jember yang berada di kota, jumlah pendaftar pada hari pertama mencapai 70 siswa. (jum/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh