Radar Jember – Aula Wiyata Mandala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember dipenuhi semangat kreativitas dan inovasi, kemarin (12/5).
Pameran Pendidikan bertajuk Transformasi Pendidikan Berbasis Cinta Anak itu menjadi ruang bersama bagi sekolah-sekolah untuk menampilkan wajah pendidikan yang lebih humanis, ramah, dan berpihak pada tumbuh kembang siswa.
Kegiatan tersebut sekaligus menegaskan arah baru transformasi pendidikan di Kabupaten Jember yang tidak lagi hanya berorientasi pada capaian akademik semata.
Pendidikan kini diarahkan menjadi ruang yang membahagiakan, aman, dan memberi perhatian pada kebutuhan emosional anak.
Ratusan peserta mulai jenjang PAUD, SD hingga SMP ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Beragam stan dipenuhi hasil karya siswa, media pembelajaran kreatif, inovasi sekolah, hingga program penguatan karakter yang dikembangkan dengan pendekatan menyenangkan dan interaktif.
Suasana pameran berlangsung dinamis. Tidak hanya siswa yang aktif berinteraksi, para guru dan kepala sekolah juga terlihat berdiskusi serta saling bertukar gagasan mengenai penerapan pendidikan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan Jember Arief Tjahjono menegaskan, transformasi pendidikan harus dimaknai lebih luas daripada sekadar peningkatan nilai akademik.
Menurutnya, sekolah wajib menghadirkan lingkungan belajar yang mampu membuat anak merasa aman, nyaman, dan dihargai.
Baca Juga: VIRAL! Anggota DPRD Jember Ini Malah Asyik ngegame Saat Rapat, Ini Profil si Anggota Dewan
“Pendidikan berbasis cinta anak berarti menempatkan anak sebagai pusat pembelajaran. Mereka harus merasa dihargai, didengar, dan diberi ruang berkembang sesuai potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Arief menjelaskan, konsep pendidikan berbasis cinta anak menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial.
Karena itu, pola pendidikan di sekolah perlu diarahkan pada pendekatan yang lebih humanis dan inklusif.
Menurut dia, peran guru juga mengalami perubahan besar dalam konsep pendidikan modern. Guru tidak lagi hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi hadir sebagai pendamping yang membantu proses tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
“Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan. Guru hadir sebagai pembimbing yang menemani anak bertumbuh, bukan sekadar menyampaikan materi,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Dispendik Jember berharap budaya belajar yang lebih kreatif dan ramah anak bisa semakin kuat di seluruh satuan pendidikan.
Pameran pendidikan juga diharapkan menjadi ruang inspirasi bagi sekolah-sekolah untuk terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang lebih dekat dengan dunia anak.
“Kami ingin memberi ruang seluas-luasnya agar anak-anak bisa berkarya dan menunjukkan kemampuan terbaiknya, karena setiap anak punya kelebihan yang patut dihargai,” pungkasnya. (kin/dwi)
Transformasi Pendidikan Berbasis Cinta Anak
- Konsep utama:
- Anak sebagai pusat pembelajaran
- Lingkungan belajar aman dan nyaman
- Guru sebagai pendamping tumbuh kembang
Editor : Imron Hidayatullahh