Radar Jember - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP di Jember pada hari pertama belum sepenuhnya berjalan lancar, kemarin (6/4).
Sejumlah kendala teknis masih ditemukan di beberapa satuan pendidikan. Mulai dari gangguan server hingga persoalan listrik yang sempat mengganggu jalannya ujian.
Monitoring yang dilakukan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Pendidikan Jember mencatat, kendala awal muncul pada gelombang pertama sesi pertama.
Baca Juga: Teror Lempar Batu Sasar Bus Pariwisata Saat Melintas di Jalan Jember Lumajang
Server sempat mengalami gangguan sehingga proktor dan pengawas tidak dapat mengakses berita acara.
Selain itu, gangguan jaringan internet juga terjadi. Namun, kendala tersebut dapat segera diatasi dengan memindahkan peserta ke tempat dengan koneksi lebih stabil.
Langkah cepat ini membuat pelaksanaan TKA tetap bisa dilanjutkan tanpa penundaan panjang.
Kendala lain muncul dari sisi kelistrikan. Seperti yang terjadi di SMP Nuris Jember. Sekolah yang berada di Kelurahan Antirogo ini mengalami listrik padam secara tiba-tiba atau jeglek.
Meski demikian, kejadian ini bersifat lokal dan tidak terjadi di sekolah lain. Bahkan, di MTs Nuris Jember, pelaksanaan ujian tetap berlangsung normal tanpa gangguan listrik.
Baca Juga: Plengsengan Ambrol, Jalan Antar Desa di Jember Ini Terancam Putus
Kondisi itu menyebabkan sedikitnya 75 siswa sesi pertama di dua ruang tak bisa menyelesaikan ujian. Sebab waktu pengerjaan terpotong hingga 30 menit dari 105 menit.
Meski demikian, informasi yang dihimpun, pengerjaan itu tetap terekam ke pusat.
Kepala SMP Nuris Jember, Rahmatullah Rijal, mengakui adanya kendala tersebut. Akan tetapi, pihaknya langsung cepat melakukan evaluasi.
“Terkait dengan kendala-kendala yang ada, bisa segera kami evaluasi. Untuk sesi terakhir maupun besok pagi, insyaallah sudah kami antisipasi. Tadi itu istilahnya ‘jeglek’, tapi sudah kami rapatkan agar tidak terulang,” ujarnya.
Ia menegaskan, berbagai temuan di hari pertama justru menjadi bahan perbaikan untuk pelaksanaan berikutnya.
Dengan koordinasi yang semakin intens, sekolah berharap seluruh kendala teknis dapat diminimalisir sehingga pelaksanaan TKA di hari-hari selanjutnya berjalan lebih lancar.
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pendidikan, BRI Renovasi Gedung MTs Nuruz Zaman di Mayang Jember
Sementara itu, Widyaprada BBPMP Jawa Timur, Mukharlis Junizal, menegaskan bahwa setiap kendala yang muncul harus segera diidentifikasi dan dipetakan secara detail. Dengan begitu, pada sesi-sesi berikutnya bisa diantisipasi.
"Sehingga pelaksanaan TKA ke depan lebih aman dan tidak terulang kendala yang sama,” tegasnya. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh