RADAR JEMBER - Tahapan pendaftaran UBTK-SNBT 2026 sudah mulai dibuka dari tanggal 25 Maret sampai 07 April 2026. Ada beberapa perubahan kebijakan yang bisa dibilang menimbulkan sedikit kebingungan pada pendaftara UTBK SNBT 2026 ini.
Pertama, peserta UTBK SNBT 2026 tidak bisa memilih lokasi kampus, melainkan hanya bisa memilih kota/wilayah pelaksanaan UTBK.
Saat melakukan pendaftaran yang tersedia ialah pilihan kota atau wilayah.
Baca Juga: Berikut 4 Kampus Luar Jawa Masuk 10 Besar PTN Vokasi Dengan Pendaftar Terbanyak SNBP 2026
Lokasi kampus tempat ujian akan ditentukan secara otomatis oleh panitia, berdasarkan kota atau wilayah yang telah dipilih saat pendaftaran. Nantinya lokasi tes baru diketahui setelah proses pencetakan kartu pendaftaran UTBK-SNBT dibuka yakni dari tanggal 11 April 2026.
Kedua, informasi hari, sesi, dan lokasi pelaksanaan UTBK SNBT tidak langsung muncul setelah pendaftaran. Pada tahun sebelumnya setelah selesai mendaftar, peserta langsung mengetahui hari tes, sesi, dan lokasi UTBK.
Tapi informasi itu baru bisa diketahui pada 11-14 April 2026, sehingga persiapan akomodasi ke tempat tes tidak bisa disiapkan jauh-jauh hari.
Sebenarnya hal ini agak disayangkan karena belum tentu semua pendaftar UTBK-SNBT punya saudara atau teman yang bisa dijadikan sasaran tempat untuk menginap.
Baca Juga: Jatim Juara Bertahan! Tujuh Tahun Berturut-turut Jadi Provinsi Terbanyak Lolos SNBP Nasional
Ketiga, aneh atau mungkin sistemnya eror, diketahui ada beberapa kota atau wilayah pelaksanaan UTBK SNBT yang kuotanya habis, sebagian juga cepat menipis.
Meskipun ada perubahan di atas untuk kuota tempat tes atau pusat UTBK tujuan biasanya akan terus di update kursinya sehingga tetap aman mengikuti kebutuhan dari pelamar yang mendaftar di UTBK SNBT 2026.
Dengan sistem ini pendaftar UTBK-SNBT dituntut untuk lebih siap dalam hal penguasaan materi.
Bisa saja siswa yang mendaftar di hari pertama mendapatkan jadwal di awal, di tengah atau di akhir. Sehingga ketika misalnya kalian mendapatkan jadwal hari pertama tes, kalian harus sudah siap tempur.
Editor : M. Ainul Budi