RADAR JEMBER - Aksi nyata kreativitas peserta didik SMKN 3 Bondowoso kembali mencuri perhatian. Kali ini, mereka membuktikan bahwa keterbatasan material bukanlah penghalang untuk menghasilkan karya seni berkelas.
Melalui ide kreatif dan tangan terampil mereka, limbah sisa produksi mebel berupa partikel board (papan partikel) disulap menjadi lukisan artistik bernilai ekonomi tinggi. Hebatnya lagi, karya seni berupa lukisan ini lahir tanpa setetes pun tinta atau cat warna.
Adalah Muhammad Alannuril Maulana dan Muhammad Khoirul Rizal, Siswa kelas XI jurusan Desaign Permodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) yang telah membuat lukisan wajah dengan estetika yang unik serta lain daripada lainnya.
Rizal menjelaskan prosesnya dimulai dari foto wajah yang diiolah dulu di komputer, mengubahnya menjadi warna hitam putih dan diatur kontrasnya supaya detail wajah seperti mata, hidung, dan bayangan menjadi jelas.
“Limbah partikel board dimasukkan ke mesin laser CO2, laser tidak memotong tapi membakar kayu dengan tingkat panas berbeda, bagian foto yang gelap Dibakar lebih dalam dan yang terang dibakar tipis” ujar Rizal.
Langkah selanjutnya Maulana menjelaskan bahhwa dari perbedaan bakaran akan muncul gradasi yang membentuk wajah, ditambah serat alami partikel board maka akan terlihat hasil lukisan yang unik.
“Maka lukisan yang didapat akan terlihat unik, tanpa tinta dan cat serta tiap hasil lukisan yang didapatkan pasti beda” pungkas Maulana senang.
Sementara itu Bayu Dwi Rizkyanto selaku guru DPPIB menjelaskan bahwa inspirasi ini bermula dari keprihatinan siswa terhadap banyaknya sisa potongan papan partikel di bengkel jurusan DPPIB yang hanya berakhir sebagai kayu bakar atau sampah.
"Fakta membuktikan bahwa limbah bukan berarti akhir dari segalanya, dengan teknik yang tepat, papan sisa ini justru memberikan tekstur unik yang tidak bisa didapatkan dari kanvas biasa" ujar Bayu bangga.
Selanjutnya, Bayu berharap bahwa karya-karya ini akan laku keras dipasaran dan pastinya menjadi kebanggaan sekolah akan kompetensi peserta didiknya. Sehingga, inovasi ini tidak hanya menjadi tugas sekolah semata, tetapi juga menjadi bekal entrepreneurship yang sangat berharga bagi para peserta didik.
Editor : M. Ainul Budi