PANTI, Radar Jember - Kunjungan hangat dan menginspirasi dilakukan oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, ke SMPN 1 Panti pada Senin (27/10).
Kunjungan itu sebagai bagian dari rangkaian acara Bunga Desaku Jilid 6 yang berlangsung di semua desa desa, se-Kecamatan panti.
Dalam suasana yang akrab dan santai, Gus Fawait, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya pendidikan sebagai prioritas utama bagi para pelajar.
“Adik-adik, jangan keburu nikah yah, tapi tuntutlah ilmu dulu, setinggi-tingginya. Harus tetap semangat ya,” serunya, saat berbicara di depan ratusan pelajar SMP saat itu.
Baca Juga: Guru Inspiratif datang Dari Dusun Pelosok Jember, Mengukir Mimpi Anak Bandealit
Gus Fawait juga memotivasi siswa untuk menghormati guru karena peran besar mereka.
Ia meyakini, guru merupakan jimat keramat.
"Doa guru ini (penting). Kalau orang tua itu berjasa melahirkan kita ke dunia, tapi guru-guru ini yang akan berjasa mengantarkan kita dari dunia ke surganya Allah," katanya.
Untuk mendukung semangat belajar tersebut, Gus Fawait mengumumkan adanya dukungan pendidikan dari Pemkab Jember berupa beasiswa kuliah bagi putra-putri daerah.
Ia menegaskan bahwa Pemkab Jember menyediakan kuota beasiswa yang cukup lega dengan penerimaan dari berbagai kategori.
Baca Juga: Bupati Fawait Dorong RT-RW Aktif Sekolahkan Anak Warga, Beasiswa Kuliah Jember Jadi Andalan
Ia mengharapkan, anak-anak bisa memanfaatkan peluang beasiswa ini yang genap ditanggung dengan biaya hidupnya atau living cost.
"Kami sampaikan, Pemkab Jember sudah menyiapkan 20.000 beasiswa untuk anak-anak Jember. Maka harapan kami, tuntut ilmu sampai setinggi-tingginya," ujarnya.
Ia juga menyemangati siswa agar tidak menjadikan kendala finansial sebagai penghalang untuk meraih mimpi berkuliah.
Ia meyakini, meski setiap orang terlahir dari latar belakang keluarga yang sederhana, bahkan bukan dari kalangan tokoh terkemuka sekalipun, semua bisa mencapai kemuliaan tertinggi dengan melalui jalur ilmu atau pendidikan.
Di akhir, Gus Fawait menutup pesannya dengan mengutip ajaran agama yang mengutamakan akhlak yang baik.
"Kalau pintar, akhlaknya bagus, hormat sama guru, insya Allah dimuliakan oleh Allah," pungkas alumnus Magister Sains Ilmu Ekonomi UGM ini.
Editor : M. Ainul Budi