Radar Jember – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMAN di Jember telah berakhir. Meski demikian, masih ada kesempatan bagi yang belum lolos untuk daftar di tahap terakhir jalur khusus SMKN dan sekolah swasta.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jatim Wilayah Jember-Lumajang, Sugeng Trianto memastikan, proses seleksi yang mencakup Kabupaten Jember dan Kabupaten Lumajang ini diselenggarakan dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta menjunjung tinggi kualitas akademik calon peserta didik.
Pihaknya turut mengapresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi atas kelancaran SPMB tahun ini.
“Kami telah melalui tahapan seleksi dengan tetap menjadikan kualitas akademik sebagai pijakan utama, selain jalur afirmasi, prestasi, dan mutasi. Terima kasih kepada semua pihak atas kerjasamanya,” ujar Sugeng.
Sugeng menambahkan, kesempatan masih terbuka bagi siswa yang belum berhasil masuk ke SMAN. "Tahap akhir SPMB khusus SMKN akan dibuka pada 2 hingga 3 Juli secara online. Selain itu, sekolah swasta juga bisa menjadi pilihan yang berkualitas," ajaknya.
Sementata itu, Kepala Seksi SMA/PKPLK, Cahyo Budi Laksana menegaskan, sistem tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya.
Fokus utama seleksi mengedepankan nilai akademik yang dihimpun dari masing-masing rayon di seluruh kecamatan.
“Melalui juknis terbaru, kami ingin mendorong siswa lebih termotivasi untuk belajar dan berinovasi,” jelasnya.
Dukungan terhadap pelaksanaan SPMB juga datang dari Kasi SMK, Muhammad Khotib. Ia menekankan pentingnya peran sekolah kejuruan sebagai alternatif pendidikan berkualitas.
“SMKN di Jember dan Lumajang memiliki program hebat. Jalur rapor prestasi masih dibuka 2 hingga 3 Juli. Gunakan kesempatan terbaik ini,” ucapnya.
Dukungan akademisi dan legislatif turut menguatkan legitimasi SPMB tahun ini. Ikwan Setiawan dari Universitas Jember menyebut sistem seleksi tahun ini jauh lebih baik dan transparan.
Ketua DPRD Jember Ahmad Halim juga menilai bahwa penerimaan siswa kali ini sangat mengedepankan kualitas raport dan indeks sekolah.
"Langkah ini sangat tepat untuk memotivasi siswa meningkatkan prestasinya sejak dini," pungkasnya. (dhi)
Editor : M. Ainul Budi