Radar Jember — Proses pengambilan PIN untuk Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMAN dan SMKN di Jawa Timur telah dimulai.
Namun, pada tahap awal ini, masih banyak calon siswa dan orang tua yang salah memahami mekanisme verifikasi dan validasi berkas, terutama terkait lokasi pelaksanaannya.
Banyak yang mengira proses tersebut harus dilakukan di sekolah tujuan, sehingga menyebabkan antrean panjang.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa proses verifikasi dan validasi dapat dilakukan di sekolah mana pun, selama berada di sekitar domisili calon siswa.
Tujuannya adalah untuk mempermudah akses sekaligus menghindari penumpukan di sekolah-sekolah tertentu.
Dengan demikian, siswa tidak perlu datang langsung ke sekolah yang dituju, cukup ke sekolah terdekat dari tempat tinggal mereka.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Jember Sugeng Trianto menegaskan, calon siswa memiliki keleluasaan penuh dalam memilih lokasi verifikasi.
“Di tahap ini calon murid bebas ke SMAN atau SMKN mana saja. Yang penting terdekat dengan domisili mereka,” ujarnya.
Sugeng menjelaskan bahwa masih banyak calon siswa yang keliru mengira mereka sudah resmi mendaftar ke sekolah tujuan hanya karena telah melakukan verifikasi berkas di sana.
Padahal, proses ini hanya merupakan tahapan awal untuk memastikan kelengkapan dan keaslian dokumen agar sistem dapat menerbitkan PIN pendaftaran.
“Pemahaman ini perlu diluruskan. Mereka ke sekolah terdekat hanya untuk verifikasi dan validasi keaslian berkas saja agar PIN pendaftaran bisa keluar. Ini belum berarti mereka mendaftar ke sekolah tersebut,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sugeng mengimbau agar orang tua dan calon siswa aktif mencari informasi dari sumber resmi, seperti laman Dinas Pendidikan atau langsung menghubungi sekolah-sekolah terdekat.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh