Radar Jember – Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMPN 1 Mumbulsari dipadati calon siswa dan wali murid.
Lonjakan jumlah pendaftar sempat menyebabkan gangguan pada sistem pendataan di pagi hari.
Beruntung, masalah tersebut segera teratasi dan proses pendaftaran dapat dilanjutkan tanpa hambatan berarti.
Kepala SMPN 1 Mumbulsari Misnadi menyatakan bahwa antusiasme masyarakat sangat tinggi sejak hari pertama pembukaan SPMB.
Gangguan teknis yang terjadi bukan hanya dialami sekolahnya, tetapi juga oleh beberapa satuan pendidikan lainnya.
"Setelah kami berkoordinasi, ternyata sistem juga mengalami kendala di sekolah-sekolah lain. Tapi kami bersyukur gangguan bisa segera diatasi dan proses pendaftaran tetap berjalan," ujarnya.
Hingga sore hari, tercatat sebanyak 127 calon siswa berhasil mendaftar dan datanya telah masuk ke sistem.
Angka tersebut hanya mencakup peserta yang sudah terekam dalam database resmi.
“Masih banyak yang belum dientri karena antrean cukup panjang. Meski layanan resmi hanya sampai pukul 14.00, kami melayani hingga pukul 15.00 karena pendaftar membeludak,” jelas Misnadi.
Ia menegaskan bahwa pihak sekolah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta.
Proses seleksi juga akan dilakukan secara objektif, transparan, akuntabel, adil, dan tanpa diskriminasi.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember, SMPN 1 Mumbulsari memiliki daya tampung 224 siswa baru untuk tahun ajaran ini, yang dibagi ke dalam tujuh rombongan belajar (rombel), masing-masing berisi 32 siswa.
Misnadi mengimbau para orang tua agar segera mendaftarkan anak-anak mereka sebelum kuota terpenuhi.
“Kami berharap semua proses bisa berjalan tertib dan lancar hingga tahap akhir nanti,” pungkasnya. (dhi/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh