Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gencar Bangun Sekolah Rakyat, Tapi Siswa SD Negeri di Jember Ini Masih Lesehan karena Kelas Tak Dibangun

Jumai RJ • Senin, 9 Juni 2025 | 14:30 WIB

LESEHAN: Siswa kelas 1 SDN Kaliglagah 03, Sumberbaru, mengikuti KBM di ruang kepala sekolah karena gedung sekolah rusak parah. (JUMAI/RADAR JEMBER)
LESEHAN: Siswa kelas 1 SDN Kaliglagah 03, Sumberbaru, mengikuti KBM di ruang kepala sekolah karena gedung sekolah rusak parah. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Pemerintah gencar membuat Sekolah Rakyat (SR).

Di sisi lain, pemerintah belum mampu menuntaskan banyaknya sekolah rusak.

Seperti kondisi SDN Kaliglagah 03 yang ambruk delapan bulan lalu dan belum dibangun, hingga saat ini.

Akibatnya, selama 8 bulan terakhir banyak siswa melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara lesehan.

Banyaknya bangunan sekolah dasar milik pemerintah yang ambruk dan belum dibangun lagi menyisakan PR yang kompleks.

Padahal dengan ruang kelas yang nyaman, siswa bisa belajar akan menjadi aman.

Tidak seperti beberapa lembaga negeri yang ambruk dan rusak parah.

Di SDN Kaliglagah 03, di Dusun Pakisan, Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, Jember, ini dulunya ambruk pada Jumat, 15 November 2024.

Sayangnya, tiga ruang kelas yang rusak itu belum ada tanda-tanda kapan akan dibangun.

Apakah tahun ini, tahun 2026, atau setelahnya.

Ambruknya ruang kelas di SDN ini sejatinya telah ada satu kelas yang kondisinya sudah rusak parah selama bertahun-tahun.

Akan tetapi, pemerintah tetap membiarkannya, hingga ambruk.

Akibatnya, siswa tiga kelas harus KBM di ruang darurat.

Saat ini, di SDN Kaliglagah 03, siswa kelas 1 ada 57 anak.

Mereka belajar lesehan dengan alas karpet di ruang kepala sekolah.

Sementara, siswa kelas 4 dengan jumlah siswa 44 menempati ruang perpustakaan, juga dengan lesehan.

“Sedangkan siswa kelas 5 dengan 44 siswa, KBM lesehan di musala,” kata Kepala SDN Kaliglagah 03 Wawan  Hendro Purnomo.

Akibat ambruknya ruang kelas itu, siswa yakni kelas 1, 4, dan 5 harus mengikuti KBM yang kurang layak.

Kondisi ini sudah berjalan delapan bulan.

Saat pelajaran, siswa yang duduk lesehan itu kadang harus berselonjor dan kadang ada yang tiduran.

Ini karena ruangan yang sempit.

Wawan berharap pasca-ambruknya ruang kelas itu, pemerintah melalui Dinas Pendidikan (Diknas) Jember memprioritaskan perbaikan SDN Kaliglagah 03.

“Kasihan siswa mengikuti KBM dengan lesehan. Ruang yang dijadikan kelas itu ruang kepala sekolah, perpustakaan dan musala, sehingga saya harus kumpul jadi satu dengan ruang guru,” katanya.

Saat ini, bersamaan dengan tahun ajaran baru (2025/2026), jumlah siswa yang sudah mendaftar di SDN kaliglagah 03 ada 50 calon siswa.

Dengan begitu, butuh dua ruang kelas untuk siswa kelas 1.

“Dari pihak sekolah hanya berharap agar perbaikan untuk SDN Kaliglagah 03 mendapat prioritas,” kata mantan kepala SDN Kaliglagah 02 tersebut. (jum/c2/nur)

Editor : Imron Hidayatullahh
#Pemkab Jember #Jember #Sekolah Rakyat #sekolah ambruk #sekolah rusak #Dispendik Jember