Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Miris! 8 Bulan Belajar di Bawah Tenda: Potret KBM Siswa SDN Plalangan 03 Jember di Tengah Krisis Fasilitas

Jumai RJ • Senin, 9 Juni 2025 | 14:00 WIB
KBM DI TENDA: Siswa SDN Plalangan 03, Kecamatan Kalisat, Jember, mengikuti KBM di bawah tenda milik BPBD Jember sejak ruang kelas ambruk, Sabtu (23/11/2024), hingga saat ini. (JUMAI/RADAR JEMBER)
KBM DI TENDA: Siswa SDN Plalangan 03, Kecamatan Kalisat, Jember, mengikuti KBM di bawah tenda milik BPBD Jember sejak ruang kelas ambruk, Sabtu (23/11/2024), hingga saat ini. (JUMAI/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Di antara banyaknya sekolah yang butuh perhatian dan harus segera dilakukan perbaikan, salah satunya adalah SDN Plalangan 03, di Dusun Jambuan, Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat.

Kiranya pemerintah layak untuk tidak mencairkan dana bantuan bagi sekolah lainnya, sebelum membantu sekolah ini.

Penting diketahui, ruang kelas di SDN Plalangan 03 ini ambruk pada hari Sabtu, 23 November 2024 lalu.

Akibatnya, seluruh kelas tidak bisa dipakai.

Siswa di empat kelas harus mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di dua tenda milik BPBD Jember.

Sementara dua kelas lainnya menempati ruang perpustakaan dan ruang guru.

Sistem KBM dengan kelas darurat yaitu di tenda seperti ini sudah berjalan selama delapan bulan, di halaman sekolah.

Dua tenda itu ditempati siswa empat kelas.

“Setiap hari harus pakai 4 kipas angin, karena pukul 09.00 lewat rasa panas sudah mulai dirasakan siswa,” kata Syaiful Bahri, Plt Kepala SDN Plalangan 03.

Pasca-ambruknya satu ruang kelas itu, seluruh ruang kelas harus dikosongi.

Bahkan mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6 itu terpasang police line yang dipasang petugas Polsek Kalisat, setelah ada kelas ambruk, Sabtu (23/11/2024) lalu.

“Saya berharap dengan kerusakan seluruh ruang kelas ini, pihak pemerintah ada perhatian terhadap SDN Plalangan 03. Apalagi tahun ajaran baru, ini juga akan memengaruhi siswa yang akan sekolah,” jelasnya.

Siswa dari empat kelas itu hingga saat ini harus bertahan belajar di tenda, selama 8 bulan terakhir.

“Selain panas, siswa juga kurang konsentrasi saat guru memberikan pelajaran. Satu tenda dijadikan dua kelas. Masing-masing kelas harus disiapkan kipas angin karena panas,” katanya.

Dia bersama guru lainnya hanya bisa berharap agar pemerintah melalui Dinas Pendidikan (Diknas) Jember memprioritaskan perbaikan ruang kelas.

“Kami berharap segera ada bantuan pembangunan kelas,” kata Syaiful, yang juga menjadi menjabat definitif sebagai Kepala SDN Plalangan 06. (jum/c2/nur)

 Baca Juga: Nyala Harapannya Tak Padam oleh Air dari Atap Bocor, Ely Menatap Tegak Masa Depan lewat Sekolah Rakyat di Magelang

Editor : Imron Hidayatullahh
#BPBD Jember #Pemkab Jember #Jember #belajar di tenda #sekolah ambruk #sekolah rusak