Radar Jember – Sekolah Rakyat (SR) dalam waktu dekat juga akan ada di Jember.
Hal ini disebut sebagai langkah upaya dalam pemerataan pendidikan kepada seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Hadi Mulyono menyebut bahwa SR dirancang khusus untuk menjangkau kelompok masyarakat miskin ekstrem yang selama ini masih mengalami kesenjangan akses pendidikan.
“Meskipun sekolah formal sudah gratis, tidak semua anak dari keluarga miskin ekstrem bisa serta-merta mengaksesnya,” ujarnya.
Program SR, lanjutnya, menjadi alternatif yang dapat menghapus berbagai hambatan non-biaya, menariknya, secara substansi SR tidak jauh berbeda dengan sekolah formal yang sudah ada.
“Terutama standar fasilitas pendidikannya nanti. Namun, pendekatan sosial dan kultural menjadi nilai tambah utama dari SR,” tuturnya.
Salah satu perbedaan signifikan adalah pada metode penerimaan siswa.
Seleksi untuk masuk SR tidak terfokus pada nilai prestasi, melainkan seleksi administratif yang mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi.
“Siapa pun dari wilayah Jember bisa mendaftar, tidak terbatas hanya warga di sekitar lokasi sekolah,” jelasnya.
Hadi menambahkan, konsep SR akan menggunakan pendekatan boarding school atau sekolah berasrama.
“Jadi, siswa tidak perlu khawatir soal tempat tinggal. Pemerintah akan menyiapkan fasilitas pemondokan agar mereka bisa fokus belajar,” ucapnya kepada awak media.
Dengan pendekatan asrama ini, pemerintah berharap bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif bagi siswa dari keluarga sangat miskin.
Selain mendapatkan pendidikan formal, mereka juga akan dibekali pembinaan karakter, keterampilan hidup, serta bimbingan khusus yang disesuaikan dengan latar belakang mereka.
Seperti diketahui, meski baru akan mulai berjalan, antusiasme terhadap SR sudah mulai terlihat.
Seperti dalam momen sosialisasi SR kepada sejumlah calon wali murid.
Dengan diluncurkannya SR, Jember akan memperluas akses pendidikan secara menyeluruh dan berkeadilan.
"Program inisiatif dari pemerintah pusat ini tentu ingin memastikan tak ada satu pun anak Jember yang tertinggal hanya karena alasan ekonomi atau keterbatasan sosial," tutupnya. (dhi/c2/nur)
Editor : Imron Hidayatullahh