JEMBER LOR, Radar Jember – Dinas Pendidikan memastikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) lintas satuan pendidikan tahun ini akan berjalan secara objektif dan transparan.
SPMB untuk jenjang TK, SDN, dan SMPN dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juni mendatang. Pelaksanaan ini diperkirakan akan berlangsung serentak di seluruh wilayah Jawa Timur.
Kepala Dinas Pendidikan Jember, Hadi Mulyono menegaskan, seluruh petugas dan panitia SPMB harus menjunjung tinggi prinsip keadilan dan profesionalisme.
Ia meminta agar proses penerimaan dilakukan secara obyektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.
Hal ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan yang berkualitas.
“Tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada diskriminasi atas dasar apa pun. Kami ingin semua anak mendapat kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan sesuai mekanismenya,” ujarnya.
Selain menekankan prinsip keadilan, Hadi juga memastikan bahwa SPMB tahun ini akan dilaksanakan tanpa pungutan biaya apa pun.
“Kami pastikan, proses ini gratis. Tidak ada biaya pendaftaran, dan tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apa pun di sekolah,” tegasnya dalam forus sosialisasi dan Deklarasi Integritas Pelaksanaan SPMB, di Aula Dispendi Jember.
Sebagai informasi, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun lalu di Jember menuai prestasi karena berhasil melaksanakan dengan baik lebih awal dibanding daerah lain, yakni telah selesai sebelum bulan Maret.
Namun, situasi tahun ini berbeda karena terkunci oleh regulasi baru dari pemerintah pusat.
Regulasi tersebut tercantum dalam Permendikbud Ristek terbaru yang mewajibkan setiap pendaftar menyertakan surat keterangan lulus dari satuan pendidikan sebelumnya.
Akibatnya, SPMB baru dapat dilakukan setelah dokumen kelulusan resmi diterbitkan, sehingga waktu pelaksanaannya harus disesuaikan secara nasional.
Dengan perubahan tersebut, Dispendik Jember melakukan penyesuaian jadwal dan mekanisme teknis agar tetap selaras dengan kebijakan provinsi maupun pusat.
Koordinasi dengan sekolah-sekolah terus dilakukan agar pelaksanaan bisa berjalan tanpa kendala.
Hadi Mulyono berharap semua pihak hatus ikut berperan aktif dalam mengawal proses ini agar tetap bersih dan sesuai aturan.
“Mari kita jaga bersama agar SPMB ini menjadi contoh praktik pendidikan yang adil dan berkualitas di Jember,” pungkasnya. (dhi/bud)
Editor : M. Ainul Budi