Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kuota Siswa Baru SMAN, SMKN, dan MAN di Jember Terbatas Hanya 11.252 Siswa, Sekolah Swasta Bakal Kebagian Banyak Siswa Lagi

Imron Hidayatullahh • Kamis, 8 Mei 2025 | 15:00 WIB
SANTAI: Siswa SMAN Rambipuji mengisi waktu kosong saat jam istirahat dengan membaca buku. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)
SANTAI: Siswa SMAN Rambipuji mengisi waktu kosong saat jam istirahat dengan membaca buku. (M ADHI SURYA/RADAR JEMBER)

SUMBERSARI, Radar Jember – Kelulusan siswa tingkat menengah atas, baik negeri maupun swasta, telah diumumkan.

Pada akhir Mei nanti, sekolah akan melakukan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) atau sebelumnya disebut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Namun, akan ada persaingan di antara lulusan siswa SMPN dan sederajat untuk bisa masuk, mengingat daya tampungnya cukup terbatas.

Data terbaru, daya tampung jenjang pendidikan SMAN dan SMKN di Jember saat ini sebanyak 10.116 siswa.

Sementara untuk MAN, memiliki kuota 1.136 kursi.

Dengan begitu, daya tampung sekolah negeri sebanyak 11.252 kursi.

Tentu saja, daya tampung lembaga negeri ini cukup terbatas, mengingat jumlah lulusan siswa SMPN sederajat mencapai puluhan ribu siswa.

Dengan begitu, lembaga pendidikan swasta akan memiliki banyak peluang untuk menerima siswa sebanyak-banyaknya.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Jawa Timur Wilayah Jember-Lumajang Sugeng Trianto menyampaikan, kuota SMAN sebanyak 5.220 kursi, sedangkan SMKN 4.896 kursi.

“Proses pendaftaran SPMB akan mulai dibuka pada akhir Mei. Sementara untuk pengambilan PIN oleh calon siswa baru dijadwalkan pada tanggal 2 hingga 13 Juni. Proses verifikasi dan validasi data serta dokumen pendukung oleh operator sekolah akan berlangsung dari tanggal 2 hingga 14 Juni mendatang,” jelasnya.

Meskipun SPMB merupakan sistem baru, Sugeng menegaskan, perubahan dari PPDB ke SPMB tidak membawa perbedaan yang sangat signifikan.

Terutama dalam kuota setiap jalurnya.

“Hanya istilah-istilahnya saja yang sedikit berubah, seperti jalur zonasi sekarang menjadi jalur domisili,” ujarnya.

Dalam SPMB, terdapat lima jalur penerimaan yang bisa diikuti oleh calon peserta didik.

Yakni jalur afirmasi, mutasi orang tua, prestasi berdasarkan hasil lomba, prestasi nilai akademik, serta jalur domisili.

Kelima jalur ini diharapkan memberikan peluang yang adil bagi seluruh calon siswa untuk diterima di sekolah negeri.

Sugeng menambahkan, pembagian daya tampung antara SMA dan SMK telah disesuaikan dengan kebutuhan dan ketersediaan fasilitas pendidikan di wilayah Jember.

Hal ini juga mempertimbangkan minat siswa terhadap pendidikan akademik dan kejuruan.

Pihaknya mengimbau para calon siswa dan orang tua untuk memahami dengan baik alur pendaftaran dan jalur-jalur yang tersedia.

“Kami harap masyarakat bisa mempersiapkan dokumen dari sekarang agar prosesnya lancar dan tidak ada kendala saat pendaftaran,” kata Sugeng.

Ia memastikan proses SPMB tahun ini akan berlangsung secara transparan dan berbasis digital.

Setiap tahapan akan dipantau oleh operator sekolah dan dinas guna menghindari praktik-praktik yang tidak sesuai aturan.

“Dengan kuota sebanyak 10.116 siswa, diharapkan semua lulusan SMP di Jember dapat tertampung di jenjang pendidikan menengah sesuai pilihan mereka,” jelasnya.

Terpisah, Kasi Pendma Kemenag Jember Nur Huda menjelaskan, kuota siswa MAN 1, 2, dan 3, sebanyak 1.136 kursi.

Jumlah ini bisa jadi bertambah dari rencana awal.

“Rencana kuota penerimaan siswa sudah ada, tetapi masih ada kemungkinan bertambah,” katanya. (dhi/c2/nur)

 

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #spmb #SMKN #MAN #kuota siswa #SMAN