Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Alumni Doktor FISIP Universitas Jember Dilatih Menembak di Markas Brigif

Radar Digital • Rabu, 25 Desember 2024 | 00:48 WIB

Belasan anggota IADIA FISIP Unej usai dilatih menembak di Markas Brigif 9/DY/2 Kostrad Selasa (24/12).
Belasan anggota IADIA FISIP Unej usai dilatih menembak di Markas Brigif 9/DY/2 Kostrad Selasa (24/12).
 

Alumni Doktor FISIP Unej Dilatih Menembak di Markas Brigif

RADAR JEMBER – Markas Brigif 9/DY/2 Kostrad Jember kedatangan belasan doktor dan  profesor Selasa (24/12). Mereka tergabung dalam Ikatan Alumni Doktor Ilmu Administrasi (IADIA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember (Unej). Kedatangan mereka atas undangan Komandan Brigif Raider 9 Kolonel Inf Dr. La Ode Muhammad Nurdin, S.Sos., M.I.Pol. Pasalnya, La Ode baru saja terpilih menjadi ketua IADIA FISIP Unej menggantikan Dr. Iryono.

Menariknya, para doktor dan guru besar yang hampir sebagian besar sudah berusia uzur itu diajak ke lapangan tembak yang ada di markas Brigif 9. Di sana mereka dilatih menembak oleh para prajurit TNI dengan menggunakan senapan laras panjang. “Wah, kalau para guru besar dan doktor sudah dilatih menembak seperti ini, berarti kondisi negara ini sedang genting,”  kelakar Dr Hary Priyanto, dosen Universitas 17 Agustus Banyuwangi.

Prof Hary Yuswadi, guru besar yang usianya sudah di atas 70 tahun tampak paling bersemangat mengikuti latihan menembak. Begitu seorang prajurit usai memberi panduan menembak, dosen pensiunan Unej ini langsung bergegas menuju lapangan tembak. Setelah kedua telinganya ditutup peredam suara, ia langsung bertiarap di atas matras. Sebuah senjata laras panjang buatan Pindad sudah siap ditembakkan ke sasaran yang ada di depannya.

Begitu seorang tentara yang menjadi pemandu disampingnya menyatakan siap tembak, guru besar yang kini mengajar di universitas swasta diBanyuwangi dan Surabaya langsung menarik pelatuk senjatanya. Dor... Dor... Dor... hingga 10 amunisi di dalam senjatanya keluar semua, melesat ke sasaran yang jaraknya 100 meter ada di depannya. “Meski bukan tentara, akhirnya saya bisa juga menembak dengan senjata beneran,” komentar Hary Yuswadi usai mencoba senjata baru bikinan Pindad.  

Selain profesor, para doktor juga tak ketinggalan ikut latihan menembak. Termasuk, dari kalangan ibu-ibu juga tak mau kalah. Mereka juga tak segan-segan bertiarap di atas matras sambil memegang senjata dan membidikkan ke sasaran. “Ini baru emak-emak perkasa. Kalau biasanya jadi sasaran tembak, sekarang berani menembak dengan senjata beneran,” kelakar  

rekannya disambut tawa yang lain.

Agenda latihan menembak ini dilakukan sebagai ajang hiburan bagi para profesor dan doktor. Sebelumnya, mereka menggelar pertemuan membahas koordinasi dan langkah-langkah strategis yang bakal dilakukan ke depan oleh pengurus IADIA FISIP Unej. Selain La Ode sebagai ketua, jajaran pengurus IADIA lainnya adalah Dr. febrian Ananta Kahar, MIAM sebagai wakil ketua, Dr. Andrias Dwimahendrawan, M.Si sebagai bendahara dan Dr. Nungky Viana Feranita, MM sebagai bendahara. 

Pada kesempatan itu, La Ode berharap pengurus IADIA bisa bersinergi dengan seluruh stakeholder serta mampu berkontribusi kepada almamater maupun masyarakat. Terkait dengan kiprahnya ke depan, secara berkelakar ia ingin mewujudkan mimpinya menjadi menteri. “Ke depan saya berharap bisa bertugas dan menjadi rektor di Universitas Hankam. Cita-cita saya selanjutnya ingin menjadi Menteri Pertahanan,” jelasnya sambil tertawa.

Editor : Radar Digital
#Jember #UNEJ #Fisip Unej