BEGINI Cerita Menajubkan Dari SMPN 1 Ambulu yang Gelar Drama Kolosal di Hari Pahlawan
Radar Jember - Pada Senin (11/11), Drama Kolosal berjudul “Perjuangan Letnan Suyitman, Komandan Welut Putih” diselenggarakan di halaman SMPN 1 Ambulu. Drama ini menggambarkan perjuangan Letnan Suyitman melawan pasukan Belanda pada Agresi Militer 1. Ia dan pasukannya berhasil memukul mundur Belanda, meskipun akhirnya Letnan Suyitman gugur di medan perang. Untuk mengenang jasanya, namanya diabadikan sebagai nama jalan di Ambulu dan didirikan Monumen Letnan Suyitman di Jalan Kotta Blater.
Menurut Kepala SMPN 1 Ambulu, Moh. Zaeni, S.Pd. M.Pd., kegiatan peringatan Hari Pahlawan 2024 ini sebagai wujud syukur terhadap Allah SWT dan mengenang masa penjajahan, serta pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan dan pendiri bangsa.
“Melalui peringatan ini diharapkan dapat menginspirasi generasi penerus agar memiliki semangat juang baru dengan tetap berkiblat pada pendiri bangsa dan pahlawan yang diteladani. Selain itu mengajak para siswa untuk mengingat, mengenal dan menghargai jasa para pahlawan nasional, dan pahlawan lokal.
Dan pada ujungnya menanamkan nilai-nilai kepahlawanan dalam bentuk semangat pantang menyerah, menjunjung tinggi nilai solidaritas serta sportivitas dalam jiwa siswa”.
“Pertunjukan drama kolosal ini didukung oleh wali murid, alumni, pengusaha, dan sponsor lain. Untuk itu ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas partisipasi semuanya”. Lanjutnya.
Pertunjukan yang didukung 400 personil ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Drs. Hadi Mulyono, M.Si, berserta jajarannya, Muspika Ambulu, Pengurus Komite Sekolah, perwakilan wali murid dan undangan lainnya, serta seluruh siswa.
“Ini merupakan kegiatan yang sangat baik dan positif, ditengah kondisi situasi penanaman karakter bangsa. Sekolah harus kreatif dan inovatif untuk menciptakan kegiatan yang memantik dan memberikan pengalaman nyata tentang karakter siswa, misalnya cinta tanah air, rela berkorban, gotong royong dan lainnya,” tutur Kepala dinas Pendidikan.
“Kolaborasi dan bersinergi antara sekolah dengan mitra di luar sekolah sangat diperlukan, untuk meningkatkan prestasi sekolah. Untuk itu salut dan hormat atas terlaksananya acara ini yang didukung oleh berbagai pihak. Ini bukti nyata bahwa masyarakat merasa nyaman mempercayakan putra-putrinya bersekolah di SMPN 1 Ambulu. Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Pendidikan sudah memberikan bantuan sarana dan prasarana berupa gedung kelas baru, rehap, peralatan IPA dan smart classroom”, imbuhnya.
Sementara itu sutradara Enys Kartika, S.Pd. mengatakan bahwa perlu ketelatenan dan keuletan serta kedisiplinan untuk bisa menyajikan pertunjukan yang total.
“Penekanannya adalah pada mengajak bukan memerintah. Siswa diberi contoh oleh para pelatih dan diajak untuk berproses, akan lebih mengena dan bermakna daripada sekadar diperintah,” beber Enys yang sudah sering menggelar seni pertunjukan berskala besar.
Ines, salah satu pemeran drama kolosal menuturkan pengalamannya selama berproses.
“Kulit saya gosong, wajah saya belang, kaki saya mengelupas. Selesai latihan dilanjut makan bersama, terasa enak. Pulang sekolah dapat istirahat tidur nyenyak. Saya merenung dan merasakan, ini hanya drama, bukan masa penjajahan yang sebenarnya. Ketika jaman perang, para pejuang kepanasan kehujanan, lelah entah sampai kapan, makan belum tentu ada, tidur tidak pernah nyenyak, hidupnya diujung maut. Artinya, yang saya lakukan dalam drama ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan pengorbanan para pejuang dan pahlawan,” kata Ines dengan suara parau dan mata berkaca-kaca, tanda haru dan bangga.
Drama kolosal ini dapat dinikmati dengan nyaman, baik secara langsung di lokasi acara maupun melalui live streaming di kanal YouTube SMP Negeri 1 Ambulu. Pertunjukan ini menghadirkan beragam suasana, mulai dari santai, lucu, serius, hingga tegang, yang diperkuat dengan ilustrasi musik yang sesuai. Beberapa efek suara seperti ledakan, asap, dan pembakaran gubuk juga digunakan untuk membuat adegan terasa lebih nyata. Pertunjukan ini ditutup dengan sesi foto bersama para pemain