KALIWATES, Radar Jember - Modern dance kini menjadi hobi yang digandrungi banyak remaja, termasuk Titi Inas Ginasiah, siswa kelas 3 di SMAN 4 Jember. Titi memulai perjalanan di dunia dance sejak kelas 6 SD, ketika diajak salah seorang temannya ke sanggar tari. Sejak saat itu, Titi tertantang untuk mempelajari dance lebih dalam.
Meskipun sempat berusaha menjauh dari aktivitas dance untuk fokus belajar, Titi merasa sulit terpisah dari dunia yang dicintainya. “Saat SMP, ketika pandemi Covid-19 melanda, saya berhenti dari sanggar. Di SMA, saya mencoba menahan diri untuk tidak ikut ekstrakurikuler dance. Tapi, akhirnya saya luluh oleh ajakan teman-teman,” ungkapnya.
Di balik kemahirannya dalam dance yang membutuhkan kelincahan dan daya tahan fisik, Titi juga memiliki hobi lain yang cukup bertolak belakang, yaitu bermain catur. Di sela-sela kesibukannya, Titi menyempatkan waktu untuk bermain catur setidaknya sekali sehari. “Saya bergabung dengan kelompok catur di sekolah,” jelasnya.
Meskipun Titi belum pernah ikut lomba, kecintaannya terhadap catur sangat mendalam. “Saya sering bermain dengan teman-teman di kelompok catur. Salah satu hal yang membuatnya semakin menantang adalah sistem skor, di mana kekalahan dan kemenangan memengaruhi peringkat,” tambahnya.
Titi menjelaskan, hal paling menarik dari catur adalah adu strategi. Selain itu, menurutnya, permainan catur dipenuhi dengan kejutan. Sebab, kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh keberuntungan. “Bisa jadi, pemain yang mahir kalah dari pemain yang lebih beruntung,” tuturnya.
Untuk memenangkan permainan catur, Titi percaya penting untuk dapat membaca arah strategi lawan. Ia adalah tipe pemain yang sabar dan berhati-hati, menghindari risiko yang tidak perlu. “Lawan yang perlu diwaspadai adalah yang bermain dengan barbar dan berani mengambil risiko, tetapi tetap terarah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Titi menceritakan, kecintaannya terhadap catur bermula ketika dirinya menghadiri acara 100 hari meninggalnya sang paman. Saat itu, dia menyapa saudaranya yang datang dari Aceh yang kemudian mengajarinya cara bermain catur. Sejak saat itu, Titi merasa tertantang untuk terus belajar dan menantang orang lain dalam permainan.
Menurut Titi, untuk menumbuhkan kecintaan terhadap catur, penting untuk bermain melawan orang yang lebih mahir. “Bermain melawan pemain yang memiliki skill jauh di atas kita bisa sangat menantang, karena sang lawan akan membuat kita emosi. Itulah yang bikin candu,” pungkasnya. (yul/c2/nur)
Editor : Radar Digital