Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Habis Diwisuda, Angkat Pelantang Suara, Mahasiswa UIN KHAS Jember Minta Sistem Pendidikan Diperbaiki

Radar Digital • Kamis, 8 Agustus 2024 | 21:00 WIB

SAMPAIKAN PESAN: Mahasiswa UIN KHAS Jember yang baru saja diwisuda menyampaikan keresahannya kepada pihak kampus terkait sistem pendidikan, kemarin (7/8).(YULIO FA/RADAR JEMBER)
SAMPAIKAN PESAN: Mahasiswa UIN KHAS Jember yang baru saja diwisuda menyampaikan keresahannya kepada pihak kampus terkait sistem pendidikan, kemarin (7/8).(YULIO FA/RADAR JEMBER)
 

MANGLI, Radar Jember – Wisuda menjadi berharga dalam merayakan kelulusan di perguruan tinggi. Tak sedikit wisudawan atau wisudawati mengenakan busana terbaiknya dalam upacara wisuda.

Namun, sedikit berbeda bagi lima sampai delapan mahasiswa Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.

Seusai mengikuti prosesi wisuda, mereka justru angkat pelantang suara untuk menyampaikan aspirasi di depan Gedung Rektorat UIN KHAS, kemarin (7/8).

Humas UIN KHAS Jember Moh. Nor Afandi mengatakan, para demonstran yang menyampaikan aspirasi tersebut sejatinya mahasiswa yang baru diwisuda, kemarin (7/8).

Aksi damai tersebut dianggap sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih kepada pimpinan perguruan tinggi, serta civitas academica yang ada. Sehingga, diwujudkan dalam bentuk demonstrasi.

Bertujuan untuk memberikan masukan bagi perbaikan UIN KHAS ke depan.

“Bentuk apresiasi terakhir dari aktivis mahasiswa, penyampaiannya juga baik,” tuturnya.

Atas tuntutan dan hal yang disampaikan demonstran, pria yang akrab disapa Afandi ini mengaku mengapresiasi. Aksi damai tersebut, menurutnya, berisi masukan dan saran untuk perbaikan sistem pendidikan yang ada.

Sehingga akan ditindaklanjuti dalam waktu mendatang.

“Ini menjadi tanda bahwa wisuda itu bukan menjadi akhir. Tapi awal untuk terus melakukan perbaikan di masyarakat nanti,” ucapnya.

Demonstran yang mengatasnamakan dirinya sebagai perwakilan mahasiswa UIN KHAS Jember itu satu per satu menyampaikan aspirasinya menggunakan pelantang suara. Aksi mereka tentu menarik perhatian keluarga pengantar wisuda yang ada di lingkungan sekitar.

Korlap aksi, Alief Firdaus, mengatakan, aksi tersebut dilakukan oleh perwakilan mahasiswa, yang merasa terdapat banyak kejanggalan dalam sistem pendidikan di perguruan tinggi tersebut. Sebelumnya, mereka mengaku sudah sempat melakukan aksi serupa.

Namun, belum ada hasil yang sesuai harapan.

“Beberapa kali kami melakukan autokritik terhadap pimpinan kampus. Namun, kami malah dijadikan kambing hitam dalam sistem pendidikan di kampus,” katanya.

Mahasiswa Prodi Ilmu Hadits Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora itu juga mengatakan, salah satu kejanggalan yang dirasakan mahasiswa adalah tidak sesuainya kurikulum dengan hal yang diperlukan oleh mahasiswa di masing-masing fakultas.

“Hampir semua fakultas tidak memiliki kurikulum yang tepat dan sesuai dengan etika pendidikan di Indonesia,” imbuhnya. (ham/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#Jember #UIN KHAS Jember