Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Diuji Dr Marissa Grace Haque, Teguh Sumarno Lulus Program Doktor UIN KHAS Jember, Begini Kata Marissa Grace

Radar Digital • Minggu, 4 Agustus 2024 | 01:33 WIB
Photo
Photo

MANGLI, Radar Jember - Teguh Sumarno, Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang terpilih pada 2023 lalu, akhirnya menyelesaikan jenjang pendidikan doktor di Universitas Islam Negeri KH Ahmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember, kemarin (3/ 8). Setelah mengikuti ujian terbuka dan ditetapkan sebagai lulusan doktor ke 124 di perguruan tinggi tersebut.

Dalam sidang terbuka itu, terlihat Teguh memaparkan hasil disertasinya kepada penguji dan promotor yang ada di depannya. Salah satu pengujinya adalah Dr Marissa Grace Haque, perempuan tersebut didatangkan untuk menjadi penguji eksternal mewakili salah satu Kampus di Jakarta. Keluarga dan kerabat Teguh juga tampak hadir dalam acara tersebut.

Photo
Photo

Kepada Jawa Pos Radar Jember Teguh mengatakan, disertasi yang digarapnya adalah strategi kepemimpinan berbasis mutu untuk perguruan tinggi. Dilakukan di dua perguruan tinggi islam swasta di Jatim, yakni Sekolah Tinggi Agama Islam Ahmad Sibawayhie, Situbondo dan Sekolah Tinggi Islam Blambangan, Banyuwangi.

Penelitian itu menurutnya dianggap penting, karena bertujuan untuk memberikan pemahaman apa saja yang harus dilakukan oleh pemimpin. Dari tulisan itu, dia berharap pembacanya dapat lebih memahami terkait perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kinerja masing-masing. “Tidak ada persiapan khusus. Calon sarjana hingga doktor, kan memang harus siap secara argumentatif dan melakukan tahapan sesuai hasil,” imbuhnya.

Sementara itu, Rektor UIN KHAS Jember Prof Dr Hepni menyampaikan, setiap ujian terbuka berdasarkan standar yang berlaku harus mendatangkan penguji eksternal. Dalam kesempatan itu, ada dua penguji eksternal yang didatangkan, yakni Prof Dr M Zainuddin, rektor UIN Malang sebagai penguji utama. Serta Dr Marissa Grace Haque. Mereka diharapkan menambah kesakralan akademik. “Selain penguji internal, juga harus ada penguji eksternal, sehingga objektivitas semakin terjaga,” jelasnya.

Photo
Photo

Prof Hepni juga menjelaskan, sengaja mendatangkan Dr Marissa Grace Haque karena dianggap memiliki kompetensi dalam bidang strategi manajemen. Ada puluhan artikel yang ditulis dan diterbitkan di jurnal nasional maupun internasional. Sehingga selaras dengan disertasi yang dibuat oleh Teguh. “Ada relevansi, karena tema yang diangkat dalam disertasi ini membahas strategi manajemen kepemimpinan,” tegasnya.

Dikonfirmasi di tempat yang sama, Dr Marissa Grace Haque mengatakan menjadi penguji untuk program dokter ketiga di UIN KHAS Jember. Dia mengaku berkesan, karena calon doktor yang diuji sudah berusia 60 tahun. Semangat tersebut menurutnya perlu diapresiasi, serta dicontoh oleh generasi yang lain. “Orang yang ingin belajar lagi, gak perlu merasa kecil hati ketika usianya sudah dianggap usia emas. Gak ada terlambat untuk belajar,” tuturnya.

Gelas tersebut menurut Dr Marissa memang tidak terlalu berpengaruh signifikan pada karir. Namun motivasi pada keluarga dan orang lain, hal tersebut dapat memiliki pengaruh secara signifikan. Maka tidak heran, jika ujian terbuka tersebut memiliki kesan yang mendalam. Apalagi Teguh juga didampingi oleh keluarga besarnya. (ham)

Editor : Radar Digital
#Jember #UIN KHAS Jember #Marisa