JEMBER, RADARJEMBER.COM - Museum Pertanian yang diinisiasi SMKN 5 Jember itu telah diresmikan oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, Selasa (23/7). Museum yang diberi nama Museum Kaliber itu mewakili sejarah berdirinya SMK 5 Jember pada tahun 1969 hingga saat ini. Lantas, apa saja koleksinya?
SMKN 5 Jember yang berada di jalan nasional, tepatnya Jalan Brawijaya, tidak sekadar tempat menimba ilmu. Tapi, juga bisa dimaksimalkan sebagai lokasi eduwisata pertanian, hingga yang terbaru wisata sejarah.
Sebab, baru-baru ini ada Museum Kaliber yang menyajikan berbagai peralatan pertanian tempo dulu.
Lokasi Museum Kaliber tersebut berada di dekat perpustakaan SMKN 5 Jember. Pertama kali sampai di depan museum, pengunjung bakal melihat traktor tempo dulu yang sudah dilindungi dengan pagar pembatas merah.
Bentuknya lebih kecil daripada traktor era sekarang.
Lebih masuk lagi ke dalam, berbagai lampu kuning menyorot benda koleksi museum pertanian tersebut.
Bahkan, pengujung akan berasa memasuki lorong waktu. Sebab, terdapat tiga galeri utama mewakili sejarah berdirinya SMKN 5 Jember.
Mulai dari bernama Sekolah Menengah Teknologi Pertanian (SMTP) pada tahun 1977, beralih menjadi SMKN 1 Sukorambi pada tahun 1997, hingga menjadi SMKN 5 Jember pada tahun 2012. Pada galeri pertama, suasana pertanian era tahun 70-an bakal terasa kental.
Pengunjung akan disuguhi galeri pangan dan peradaban pertanian yang menampilkan informasi terkait sejarah komoditas pangan. Serta peradaban yang menyertainya dalam bentuk display alat pertanian.
Uniknya, setiap biodata alumni tahun tersebut juga dihadirkan sebagai pelengkap tampilan galeri era 70-an. "Kami sengaja menyuguhkan semua itu agar pengunjung bisa merasakan langsung pertanian tahun 1970," jelas Kepala SMKN 5 Jember Priwahyu Hartanti.
Memasuki galeri kedua, pengunjung bakal merasakan peralihan waktu ke tahun 1997. Berbagai alat pertanian era tahun 90-an yang lebih modern hadir dengan kondisi yang masih utuh. Salah satunya yakni theodolit.
Alat untuk mengukur ketinggian tanah secara manual. Selain itu, terdapat berbagai alat praktik yang digunakan sebagai media pembelajaran siswa pada masa itu.
Lebih uniknya lagi, di galeri tersebut juga ditampilkan hasil persilangan ikan lele Afrika dengan lele Palton karya alumni SMKN 1 Sukorambi, Jaka Handika. Kondisinya masih utuh. Bagaikan ikan hidup yang diletakkan di kaca aquarium. "Itu salah satu karya alumni SMKN 5 Jember yang pada saat itu masih bernama SMKN 1 Sukorambi," imbuhnya.
Sebelum keluar, nuansa modern mulai muncul di galeri ketiga. Perubahan nama dari SMKN 1 Sukorambi ke SMKN 1 Jember menunjukkan transformasi alsintan yang cukup signifikan. Bahkan di setiap dinding tampak berbagai prestasi siswa terpampang cukup membanggakan. Sekaligus foto seluruh kepala sekolah di setiap periode perjalanan SMKN 5 Jember.
Kehadiran Museum Kaliber yang baru saja diresmikan Bupati Jember Hendy Siswanto, Selasa (23/7) lalu, juga memetik perhatian Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) wilayah Jember–Lumajang Sugeng Trianto.
“Waktu peresmian saya tidak bisa hadir, karena ada tugas dinas ke luar kota. Tapi, secara pribadi saya ingin datang dan merasakan langsung Museum Pertanian milik SMKN 5 Jember ini,” terangnya.
Dia mengaku cukup takjub dan salut kepada SMKN 5 Jember yang masih menyimpan benda dan catatan bersejarah sekolah. Bahkan, sepengetahuannya, hanya SMKN 5 Jember sekolah yang memiliki museum.
“Museum ini mengajarkan dan mengingatkan kita tentang sejarah. Museum ini juga bisa membangkitkan semangat siswa untuk bisa mengukir sejarah indah, tentunya dengan prestasi,” tuturnya. (c2/dwi)
Editor : Alvioniza