Hanya 50 Kepsek dari Guru Penggerak
KEPATIHAN, Radar Jember - Kursi kepala sekolah (kepsek) tingkat TK negeri, SDN, dan SMPN di Jember sudah terisi penuh.
Meski tidak semuanya dari guru penggerak, pemenuhan kepsek tersebut dinilai harus segera dilakukan.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Jember Sukowinarno menerangkan, pemenuhan kepsek di Jember dilakukan dengan mutasi serta promosi.
Meski begitu, kepsek promosi diambil dari guru yang senior juga guru penggerak. "Kepsek yang ditunjuk adalah orang pilihan, terutama guru penggerak," jelasnya.
Mengingat jumlah guru penggerak di Jember masih kurang. Dalam ketentuannya, jika tidak ada guru penggerak untuk dijadikan kepsek, maka bisa digantikan oleh guru lain.
Dengan syarat sudah senior di sekolahnya.
Meski demikian, seiring berjalannya waktu, semua kepsek di Jember harus dari guru penggerak.
Hal itu juga sesuai dengan aturan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI.
Sukowinarno menambahkan, guru penggerak adalah mereka yang memiliki wawasan lebih luas dan mempunyai strategi mengajar anak didik di era baru.
Lebih lanjut, Suko mengungkapkan, total sekolah yang terisi kepsek baru 394 lembaga.
Di antaranya 222 kepsek diambil dari mutasi. Sedangkan 172 diambil dari promosi atau baru.
"Khusus yang promosi tersebar di dua jenjang sekolah," terangnya.
Di antaranya yaitu TK negeri dua orang dan SDN 171 orang.
Sedangkan untuk mutasi TK negeri satu orang, SDN 170 orang, dan terakhir SMPN 50 orang.
Dari keseluruhan tersebut, kepsek dari guru penggerak ada 50 orang. (qal/c2/dwi)
Total Ada 394 Lembaga
Kepsek Promosi 172
TKN : 2
SDN : 171
Kepsek Mutasi 222
TKN: 1
SDN: 170
SMPN: 50
Editor : Radar Digital