SUMBERSARI, Radar Jember - Pimpinan unit kerja Universitas Jember (Unej) dan koordinator tiga kampus satelit yang ada di Bondowoso, Lumajang, dan Pasuruan berkumpul di Gedung Soetardjo, kemarin (22/2).
Mereka bersama-sama menyepakati pembangunan zona integritas wilayah bebas korupsi (ZI-WBK).
Ditandai dengan penandatanganan pakta integritas oleh rektor.
Rektor Unej Iwan Taruna menjelaskan, pembangunan ZI-WBK merupakan kewajiban bagi seluruh instansi pemerintah, termasuk perguruan tinggi negeri (PTN), dalam rangka mewujudkan good governance.
Sesuai dengan Peraturan Menteri PANRB Nomor 90 Tahun 2021 tentang Pembangunan dan Evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani di Instansi Pemerintah.
Serta Keputusan Kemendikbud Ristek Nomor 1176 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi/Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.
Iwan juga menjelaskan, hal tersebut bukan hal yang baru bagi institusi yang dipimpinnya.
Sebab, sebelumnya sudah dirintis sejak dua tahun lalu oleh Fakultas Hukum (FH) Unej.
Bahkan fakultas itu meraih penghargaan ZI-WBK pada 2023 dari Kemendikburistek.
Kemudian, akan disusul oleh Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).
“Modal ini nantinya akan dikembangkan meluas ke seluruh unit kerja,” katanya.
Dia juga mengatakan, pembangunan ZI-WBK menjadi salah satu indikator kinerja utama yang ditargetkan kepada seluruh rektor PTN.
Minimal 50 persen unit kerja sudah melaksanakan pembangunan ZI-WBK.
Penandatangan itu harus menjadi komitmen semua pimpinan di Unej.
“Harapannya dengan pembangunan ZI-WBK, maka kualitas layanan kami pun bakal meningkat,” ujarnya.
Pembangunan ZI-WBK juga dinilai strategis untuk Unej, yang akan bertransformasi dari PTN Badan Layanan Umum (BLU) menjadi PTN Berbadan Hukum (PTN BH).
Kewenangan kemandirian dan fleksibilitas dalam mengelola urusan internal yang diterima oleh PTN BH wajib dilengkapi dengan kesadaran menjadi wilayah birokrasi bersih dan melayani (WBBM) yang bermuara pada budaya antikorupsi.
“Pembangunan ZI-WBK jangan berhenti di kegiatan seremonial belaka. Namun, wajib ditindaklanjuti dengan langkah nyata,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)
Editor : Radar Digital