Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Maksimalkan PMM, Guru di Jember Tak Boleh Gaptek

Radar Digital • Kamis, 25 Januari 2024 | 20:44 WIB
MENGAJAR: Dua guru TK memberikan pelajaran kepada anak didiknya di TK Al Amien Jember.(SUTAN CADENA/RADAR JEMBER)
MENGAJAR: Dua guru TK memberikan pelajaran kepada anak didiknya di TK Al Amien Jember.(SUTAN CADENA/RADAR JEMBER)

JEMBER LOR, Radar Jember – Dalam mewujudkan pelajar Pancasila dan menyukseskan Kurikulum Merdeka Belajar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah mengembangkan Platform Merdeka Belajar (PMM).

Ini agar guru bisa mengakses materi yang dapat mendukung proses belajar mengajar. Sayangnya, layanan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal karena banyak faktor.

Adanya PMM tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh para guru, mulai TK sampai ke jenjang yang lebih tinggi.

Namun demikian, banyak guru di tingkat taman kanak-kanak yang belum bisa mengoperasikan fasilitas PMM tersebut.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, beberapa faktor yang membuat guru belum maksimal memanfaatkan PMM karena sebagian masih gagap teknologi (gaptek).

Di sisi lain, ada pengaruh sinyal, sehingga sulit diakses oleh guru di wilayah pinggiran, handphone yang belum mendukung, serta beberapa hal lain sehingga PMM belum dipakai seratus persen.

Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Jember Endang Suprihatin menyebutkan, mayoritas guru TK di Jember belum memanfaatkan PMM.

Padahal guru yang ada di Jember sudah memiliki akun PMM. Hal itu menurutnya karena guru ada keterbatasan, sehingga guru masih menggunakan HP sebatas untuk WA atau Youtube.

Di era digitalisasi seperti saat ini, guru harus melek teknologi.

Pemanfaatan HP tidak hanya untuk WA dan hiburan saja.

Tetapi harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk proses pembelajaran di sekolah.

“Bagi mereka yang masa bodoh tidak akan membuka aplikasi tersebut,” terangnya.

Terkait cara mengakses PMM sebenarnya cukup mudah. Untuk mengakses PMM guru harus memiliki akun belajar.

Akun belajar tersebut sudah disiapkan pemerintah sesuai dengan Dapodik. Namun, guru yang belum masuk Dapodik memang belum bisa mengakses.

“Tetapi, mayoritas guru sudah memiliki akun belajar tersebut dan tentunya dapat mengakses PMM,” jelasnya.

Pada tahun 2024 ini, seluruh lembaga pendidikan sudah harus melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar. Namun, para guru belum semuanya paham itu.

Sehingga saat ini masih dalam proses pemahaman dan sosialisasi penggunaan PMM.

“Yang menjadi kendala kita yakni memotifasi mereka,” ujarnya.

Saat ini belum seluruh sekolah menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar, karena memang belum diwajibkan.

Tetapi, dalam prosesnya ada yang sudah menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar, dan ada yang masih proses menggunakannya. Paling banyak saat ini sekolah menggunakan mandiri berubah.

“Maksudnya yakni masih menggunakan Kurikulum 13, tapi dalam proses pembelajarannya sudah disinergikan dengan Kurikulum Merdeka,” pungkasnya.

Sementara itu, pemerintah atau dinas terkait diharapkan dapat melakukan sosialisasi dan pembinaan, sehingga guru dapat mengaksesnya dengan mudah. Dengan begitu, sistem belajar mengajar akan semakin baik. (cad/c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #Guru #Pendidikan