Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ujian Terbuka M Hamdi HS di FISIP Unej, Paparkan Solusi Tiga Objek Wisata Pantai di Jember

Radar Digital • Jumat, 12 Januari 2024 | 02:16 WIB

MENJELASKAN : M Hamid HS saat menjelaskan disertasinya dalam ujian terbuka disertasi di Fakultas Fisip Unej, kemarin (11/1). (SUTAN CADENA/RADAR JEMBER)
MENJELASKAN : M Hamid HS saat menjelaskan disertasinya dalam ujian terbuka disertasi di Fakultas Fisip Unej, kemarin (11/1). (SUTAN CADENA/RADAR JEMBER)

SUMBERSARI, Radar Jember - Keberadaan Pantai Watu Ulo, Payangan dan Tanjung Papuma yang berdekatan dan struktur kepemilikan yang berbeda menjadi dasar dari pokok permasalahan disertasi yang dilakukan oleh M Hamdi HS.

Potensi yang dimiliki oleh ketiga tempat tersebut sebenarnya cukup tinggi, tetapi selama ini apa yang dilakukan Pemkab Jember masih belum maksimal dalam menjadikan ketiga tempat wisata tersebut sebagai objek wisata tujuan utama dari Jember.

Tiga wisata yang berada pada lokasi yang berdekatan tersebut sebenarnya lebih menarik dibanding dengan wisata pulau merah. Akan tetapi, jika masyarakat masih lebih pulau merah untuk dijadikan objek wisata yang lebih menarik.

Hamdi menyebut dari puluhan masalahan yang ada di tempat wisata tersebut, masalah utamanya yakni rasa memiliki.

Dari ketiga tempat wisata itu pihak sekitar kurang memiliki rasa memiliki dan support dari banyak pihak tidak ada. Jika ketiga wisata tersebut mau dikelola dengan baik, maka di level masyarakat harus saling memiliki.

“Bagaimana menumbuhkan agar masyarakat memiliki rasa memiliki, maka nilai-nilai masyarakat harus dilibatkan,” jelasnya saat diwawancarai usai ujian terbuka disertasi, kemarin (11/1) di Unej.

Sebagai Informasi, M Hamdi HS adalah Mahasiswa S3 Fakultas Fisip UNEJ yang sekaligus peserta Ujian Terbuka Disertasi Program Studi Doktor Ilmu Administrasi Fakultas Fisip UNEJ.

Mengatasi kompleksnya permasalahan yang ada, Hamid menawarkan solusi terkait cara menyelesaikan governansi atau tata kelola dan kelembagaan di tempat wisata tersebut.

Berdasarkan hasil risetnya dalam menanganinya tidak cukup tata kelola saja.

“Dan tidak cukup hanya penyelesaian regulasi, tetapi juga harus dilibatkan nilai-nilai yang ada di masyarakat,” ucapnya.

Urgensinya ialah bagaimana memberikan solusi konstruktif  terhadap pola penyelesainnya. Jika sudah ada aturannya, tegakkan dengan baik dan libatkan unsur publik, masyarakat, civil society, dan swasta.

“Jika memang regulasinya hanya melibatkan yang terlihat saja, yang tidak terlihat seperti masyarakat harus dilibatkan diajak diskusi dan sebagainya,” tambahnya lagi.

Bagaimana nantinya masing-masing tempat wisata tersebut secara parsial di benahi terlebih dahulu. Menurutnya, Pemkab Jember tidak perlu mencari langkah berkolaborasi tetapi harus dibenahi terlebih dulu.

“Setelah semua dibenahi baru tahap selanjutnya yakni mengkolaborasikan,” ujar Hamdi. 

Dari solusi penyelesaian yang telah dibuat dalam disertasinya, langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Hamdi yakni menerbitkan disertasi tersebut di jurnal yang bereputasi.

Jika nantinya Pemkab Jember membutuhkannya pihaknya siap memberikan dan mendiskusikan.

“Tetapi selama ini banyak naskah akademik yang belum terealisasi secara optimal oleh Pemkab Jember. Jadi lebih baik efektifitasnya di jurnalkan saja,” pungkasnya. (cad/bud)

Editor : Radar Digital
#Jember #UNEJ #FISIP